Bikin Gaduh, Pembentukan Paguyuban RT/RW Cilegon, Foker C Kecamatan: Lebih Baik Bubarkan

0

CILEGON, FOKUSPRIANGAN. ID – Adanya pembentukan paguyuban RT/RW beberapa hari yang lalu membuat pertanyaan berbagai pihak, salah satunya Ketua Foker C Kecamatan Gerogol Kota Cilegon. Munculnya paguyuban RT/RW di nilai justru membuat gaduh di kalangan para pengurus RT/RW di Kota Cilegon. Bahkan sebagian RT/RW di Kota Cilegon juga tidak mengetahui pembentukan paguyuban tersebut. Senin (4/10/21).

Ketua Foker C Kecamatan Gerogol Hudari mengaku tidak mengetahui adanya pembentukan Paguyuban RT/RW Kota Cilegon, padahal selama ini sudah ada Foker C sebagai wadah untuk mewadahi Forum RT/RW di Kota Cilegon.

“Selama saya menjabat Foker C belum ada kordinasi dengan foker Kecamatan, belum tau, saya juga tau di medsos ternyata sudah terbentuk paguyuban RT/RW se Kota Cilegon. Karena pada bertanya ke saya, ini dasarnya apa ada pembentukan paguyuban ini, karena foker sendiri sama sekali tidak tau jadi tiba-tiba terbentuklah paguyuban,” pungkasnya Hudari.

Ia menegaskan, jika paguyuban itu di bentuk untuk ke arah politik atau ada hal lain seperti mendapatkan keuntungan pribadi dari pemerintah lebih baik di bubarkan.

“Kita tidak tau maksud dan tujuannya terbentuknya paguyuban RT/RW, apalagi telah mengatasnamakan RT/RW se Kota Cilegon. Siapa otak dibalik ini semua?? saya sendiri aja ga pernah di kasih tau akan adanya pembentukan paguyuban. Jika tujuannya hanya untuk sensasi, memecah belah, kepentingan politik apalagi untuk mendapatkan keuntungan pribadi lebih baik di bubarkan saja,” imbuhnya Hudari.

Dengan keberadaan paguyuban tersebut, jadi muncul pertanyaan, apakah ada unsur politik. Menurut Hudaria, selama dirinya menjabat sebagai Ketua Foker C Kecamatan Gerogol, belum pernah di bawa ke ranah politik.

“Jadi diluar itu untuk ditarik ke ranah politik selama ini saya tidak tau. Selaku RW di wilayah Kelurahan Rawa Arum, belum pernah saya diajak ajak ke partai ini, partai itu belum pernah. Jadi selama ini saya menjabat sebagai foker C berjalan apa adanya, menjalankan tugas amanat kepada saya, diluar itu saya tidak ada kewenangan,” ucapnya.

Baca Juga  Pilkada Kabupaten Sukabumi 2020 Berpotensi Ada Politik Uang

Hudari menjelaskan, kerja Foker C adalah untuk memfasilitasi RT/RW dari bawah, mulai dari honor RT/RW dan sebagainya.

“Kerja foker, yaitu untuk memfasilitasi RT/RW dari bawah, contohnya, apabila mengusulkan baju, honor RT/RW naik, itu melalui foker, karena tidak mungkin kalau usulan itu ke walikota dan demo ke pemerintah itu tidak mungkin, makanya Foker C memfasilitasi hal sekecil itu,” terangnya.

Penulis : Aan.SGT

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here