Diduga Kurangnya Komunikasi Yang Baik, Pemilik Tanah Yang Dijual Pada PT. Swarna Mandriri Indonesia, Mengukur Ulang

0

KAB.CIANJUR. FOKUSPRIANGAN.ID – Warga Kampung Blender Cangkore RT18/05 Kadusunan 3, Desa Lembahsari, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa barat mengeluhkan tentang pembangunan PT. Swarna Mandiri Indonesia yang jalannya melalui jalur tersebut, saat awak media mengkonfirmasi Warga Kampung Blender Cangkore, memaparkan bahwa ada positif dan ada negatif nya, positif nya penerangan Jalan menjadi terang, Negatif nya pembangunan PT tersebut berdampak pada tanah yang curam tidak di pasangkan Tempat penahan Tanah (TPT).

“Negatifnya banyak juga pak, seperti akses jalan satu satunya yang kini kalo hujan bekas lumpurnya turun kejalan dan mengakibatkan licin, belum krikil kirinya, masa Allah,”ungkapnya.

Yang kedua, lanjut warga sekitar, saat mediasi di desa ada empat permintaan, diataranya manakala sudah berjalan, warga harap jalan bisa dilalui dengan baik, tapi kenapa setelah ini berjalan ada pemortalan dan gerbangpun ditutup, nah itu salah satu keluhan warga juga,” ungkapnya.

Warga setempat itu juga mengatakan, bahwa banyak warga lainnya yang kompain, dari mulai bawa barang atau motong jalan biar dekat eh setelah nyampai gerbang disuruh balik lagi karena gerbangnya ditutup , nah itu yang dirasakan warga dari mulai sisi positifnya ada dan keluhannya juga ada,” jelasnya.

Sambung warga setempat, nah, ada juga ini pak haji yang menjual tanah jadi seolah olah bingung jadi tadi nya peta yang dijual diduga tidak sesuai dengan kenyataan.

“Yang bikin bingung pa haji bikin jalan diatas tapi peta yang dulu juga diaku juga sama perusahaan, jadi seolah olah itu juga milik perusahaan,” ujarnya.

Hal itu dibenarkan oleh H. Momon Somantri yang merasa dirugikan dengan penjualan tanah nya, yang dijual 3000 meter, tapi tidak sesuai dengan Peta yang ada dari pihak perusahaan, sehingga H. Momon melakukan pengukuran ulang.

Baca Juga  Heri : Karang Taruna Itu Harus Muncul, Harus Eksis dan Dapat Dirasakan Keberadaannya Oleh Masyarakat

“Jelas saya tidak mengerti, antara perjanjian awal dengan akhir keputusan, saya harapkan sebelum mengambil tindakan semua atau saya dilibatkan jangan asal main dikerjakan dulu, sok rumpukan dulu ( ayo bermusyawarah dulu biar ga ada kekeliruan yang membuat kita tidak mengerti ),” Tandasnya dengan kesal.

Kepala Desa setempat, Cecep, merasa tidak nyaman dengan beberapa pertanyaan dari warga karena tidak mengetahui apa yang harus di jawab kepada warga.

“Sangat menyayangkan dengan tidak diikut sertakan pribumi untuk bekerja di PT. Tersebut, dan akses jalan desa pun masih diportal sehingga warga beraktivitas terganggu, dan ada dugaan juga kalo tanah saya 100 meter ikut terbangun tanpa sepengetahuan saya,” Ujarnya.

Sambungnya,” untuk lebih nyaman dan ridak ada kesalah pahaman saya ingin dipertemukan dengan pihak perusahaan agar lebih jelas untuk berbicara dan menarik kesimpulannya,” tandas Kepala Desa Lembahsari.

Sementara pihak perusahaan melalui H. Unang dari Pihak PT. Swarna Mandiri Indonesia mengatakan, bahwa akan menampung semua permasalahan yang menjadi keluhan warga, agar semua berjalan dengan baik dan tidak ada kendala.

” Untuk tanah yang sering berdampak kejalan nanti kita cari solusi apakah ditanami pepohonan atau di buatkan Tembok Penahan Tanah ( TPT ),” terangnya.

Penulis : Tim Cianjur

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here