Pemdes Nanggerang Bersama Warga Lakukan Pengecoran Jembatan Sule

0

KAB. TASIK. FOKUSPRIANGAN.ID – Jembatan merupakan salah satu sarana penting untuk menunjang mobilitas masyarakat. Dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat, Pemerintah Desa Nanggerang melakukan Pengecoran Jembatan Sukabirus-Legok (Sule) di Kp.Legok Desa Nanggerang Kecamatan Cigalontang Tasikmalaya, Kamis, (30/9/21).

Pengecoran jembatan Sukabirus–Legok (SULE) dengan volume 24 M, dengan anggaran Rp 22.400,0000., termasuk pph/pp alokasi anggaran Dana Desa tahun anggaran 2021

Menurut Keterangan dari Kades Nanggerang, Agus Suwarlan yang di temui langsung di tempat proyek pengecoran, Jembatan Sule awalnya berada di sebelah timur, cuma tidak bisa dibangun karena hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan mentok ada sekolah Diniyah, Maka kades Agus melakukan musyawarah dengan ke dua desa, Desa Sukamanah dan Desa Nanggerang, hasilnya di pindah yang sekarang jadi jembatan Sukabirus-Lebak (Sule),”ucapnya.

“Alhamdulilah Jariyah dari atas nama Waisak, salah satu warga Sukabirus Desa Sukamanah, tanahnya dari hibah masyarakat setempat. Dulu sebelum dibangun, jembatan Sule hanya terbuat dari bambu, hanya bisa dilalui pejalan kaki, setelah 2 tahun ke belakang. Alhamdulillah di bangun sehingga bisa dilalui oleh kendaraan roda empat/mobil,”kata Agus.

“Jembatan Sule ini dimanfaatkan oleh warga Sukamanah terutama yang mempunyai sawah di Nanggerang dan Kepentingan jembatan juga bukan cuma 2 Desa, namun beberapa desa pun melalui jembatan ini” ujar Agus kepada Fokuspriangan.id di lokasi Pengecoran.

Kades Agus juga menambahkan, Dirinya terpaksa menggerakan tenaga swadaya kedua warg Desa Setempat lantaran dari RAB HOK hanya 5 hari, kendatipun demikian, kata Agus, Swadaya dari masyarakat hanya 1 (Satu) hari saja, hari ini.

“Karena di RAB hok hanya cuma 5 hari jadi pengerjaan di swadaya kan dengan bergotong royong hanya 1 hari. Yang di ikuti oleh warga ke dua Desa yakni warga Desa Sukamanah dan Desa Nanggerang,” tambahnya.

Baca Juga  Rapat Paripurna DPRD Kab. Sukabumi Bupati Bahas Soal Pendanaan Pilbup 2024 dan CDOB Sukabumi Utara

Jembatan Sule sendiri telah dibangun sejak 2013, sewaktu masa pemerintahan Kades Asep 2007-2013 desa Nanggerang dengan media bambu, dana nya pun bersumber dari anggaran milik dana Desa Nanggerang sejak jembatan masih di sebelah timur.

Meski demikian, Ketua Rw dan RT Dhani Kp.Sukabirus Desa Sukamanah beserta warga lainya, tetap antusias membatu gotong royong pengecoran Jembatan Sule demi untuk kepentingan kelancaran transportasi, karena banyak yang mempunyai sawah adat di Kp.Legok Desa Nanggerang.

“Hampir 50 persen tanah dan sawah di legok milik warga Sukamanah,” terang Agus.

Pengecoran jembatan sule ini serta semua bantuan yang telah dianggarkan pemerintah untuk meningkatkan kesehahteraan masyarakat termasuk percepatan ekononomi.

Lanjut Agus, dulu seblum bisa di lalui Mobil ketika panen, warga Sukabirus bisa memakan waktu beberapa jam untuk mengangkut hasil panen, tapi dengan dibangunya Jembatan sule ini, hanya memakan 20 menit.

Selain itu, Agus Suwarlan juga memberikan modal ke dua kelompok untuk pelatihan, diantaranya pelatihan cukur rambut Cipeundeuy yang beranggota 15 orang dengan anggaran 24 juta, lama pelatihan 2 bulan.

Ke dua, Program kelompok Tata Boga, untuk para ibu rumah tangga dengan anggaran 24 juta lebih termasuk pajak. Sebagai pelatihan keterampilan seperti membikin kue dan lain-lain.

Agus berharap, setelah jembatan sudah bagus, apa yang telah dianggarkan pemerintah yang berupa swakelola, masyarakat harus benar-benar merawat dan memelihara, minimal 1 bulan sekali masyarakat membersihkan jembatan Sule agar selalu bersih dari sampah.

Penulis : Bahtiar Rifa’i

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here