Asep Setiadi Kembangkan Konsep Inovatif Destinasi Wisata Desa 6 In One (6 Dalam 1 Paket)

0

KAB. TASIK. FOKUSPRIANGAN.ID – Sebelum memberi paparan yang menjadi tujuannya, Asep Setiadi menjelaskan terlebih dahulu pengertian dari arti “Pasar.” Yang kita gambarkan tentunya merupakan gambaran pasar dalam pengertian sehari-hari, sementara menurut ilmu ekonomi pasar adalah bertemunya permintaan dan penawaran untuk suatu barang/jasa yang diperjual-belikan.

Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur tempat usaha menjual barang, jasa, dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah yang berupa uang.

Sedangkan pariwisata menurut UU nomor 10 tahun 2009 adalah, “berbagai macam kegiatan wisata yang didukung berbagai fasilitas. Layanan yang diberikan masyarakat dan pemerintah daerah.

Pernyataan-pernyataan di atas maka dapat disimpulkan bahwa pasar pariwisata adalah orang-orang yng memiliki keinginan untuk mengikuti berbagai macam kegiatan wisata yang didukung oleh daya beli serta kemauan untuk membelanjakan fasilitas dan layanan yang disediakan.

Tokoh pemuda asal desa Margalaksana Kecamatan Sukaraja ” Asep Setiadi,,menuturkan dengan berbagai pengalaman yang didapat selama berkecimpung dalam bidang organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan yang digelutinya, tak pernah terhenti ingin memberi sumbangsih yang terbaik bagi warga masyarakat yang ada didesa. Apalagi seperti saat ini berbagai permasalahan dihadapkan pada masa sulit secara nasional, terutama menghadapi pandemi covid-19, yang belum terprediksi kapan akan berakhir,” ucapnya. Rabu (28/09/21).

Lebih lanjut Asep mengatakan dirinya sudah mempunyai gagasan atau ide mengenai destinasi wisata desa dengan bentuk konsep yang berbeda dari program yang telah ada.

Konsep yang dimaksudkan antara lain mencakup :

1. Pengembangan kios-kios pasar tradisional,
2. Pengembangan kios-kios fashion,
3. Pengembangan kuliner,
4. Pengembangan wisata alami, dan
5. Pengembangan wisata budaya
6. Pengembangan wisata ziarah.

Baca Juga  Sekda Kab.Tasikmalaya Hadiri Sekaligus Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sekretariat Forum Pondok Pesantren

Dengan demikian seiring dengan meningkatnya kebutuhan wisatawan akan produk wisata desa, yang diikuti oleh pertumbuhan desa wisata di Indonesia yang kian menjamur, maka para pengelola desa wisata harus melakukan fungsi pemasaran yang lebih baik lagi agar lebih terkenal dan banyak dikunjungi, sehingga tujuan mensejahterakan masyarakat melalui kepariwisataan dapat tercapai,”katanya.

Asep menambahkan bahwa luas tanah yang akan dikembangkan kurang lebih 2 sampai 3 hektar, untuk kios sendiri sekarang sudah 60 kios yang terbangun dari jumlah 200 kios yang direncanakan, belum tempat wisata alami tepian sungai Ciwulan,” pungkas Asep.

Penulis : Wawan/Iwan

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
1
+1
+1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here