KKNT Alternatif UMTAS 2021 Kelompok 14, Lakukan Pengabdian di Kelurahan Bungursari

0

KOTA TASIK, FOKUSPRIANGAN.ID – Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Alternatif merupakan salah satu rancangan kegiatan dari kampus yang bertujuan untuk mendorong mahasiswa sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, dengan harapan mahasiswa mampu berperan sebagai problem solver serta fasilitator ketika dihadapkan dengan suatu masalah, baik untuk dirinya sendiri maupun di dunia masyarakat, hal ini di katakan Ketua Kelompok 14 KKN Tematik UMTAS Ade Isna Annur Mukarom, Selasa (7/9/21).

Karena Mahasiswa memiliki peran dan fungsi di masyarakat sebagai agent of change (agen perubahan), iron stock (aset dan harapan bangsa) serta social control (mengajak dan mendidik masyarakat untuk mematuhi norma dan nilai-nilai sosial yang berlaku). Pelaksanaan KKNT Alternatif UMTAS memadukan empat bidang sekaligus, yaitu: pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengamalan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Kegiatan KKN tersebut dilaksanakan dalam jangka waktu kurang lebih 1 bulan dan bertempat di daerah pedesaan, hal ini tergantung dari kebijakan kampus masing-masing.
Kegiatan KKNT Alternatif ini dilakukan secara luring dengan memperhatikan protokol kesehatan, dilaksanakan oleh tim kelompok 14 yang beranggotakan 13 orang. Untuk lokasi KKNT ini di Kelurahan Bungursari Kecamatan Bungursari.

Selama KKNT Alternatif ini kami dibina oleh dosen pembimbing lapangan Rissa Nuryuniarti, S.ST., M.H.Kes., serta diketahui oleh Pimpinan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Ketua LPPM Dr. Mujiarto, ST., MT., ketua program KKN Tematik UMTAS Milah Nurkamilah, M.Pd., dan seluruh panitia KKN Tematik UMTAS.
Pelaksanaan KKNT Alternatif dengan mengambil program utama yang bertemakan “Desa Pintar.”

“Pelaksanaan KKNT Alternatif tersebut mulai dilaksanakan dari tanggal 10 Agustus 2021 sampai dengan tanggal 12 September 2021. Alasan kami mengambil program utama dengan tema tersebut, dikarenakan penduduk atau masyarakat di sana masih belum sepenuhnya memahami terkait pentingnya pendidikan dan juga pelaksanaan pembelajaran yang diberikan belum tersalurkan secara merata, akan tetapi di daerah tersebut terdapat banyak sekali instansi pendidikan formal dan nonformal seperti PAUD/TK, SD/MI, MTS/SMP, MA/SMA, serta Pesantren. “Maka dari itu, kami berharap mampu untuk merubah mindset serta pola pikir masyarakat, sehingga dapat menggali potensi masyarakat dengan mengedukasi bahwa pendidikan itu sangat penting mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD/TK), SD/MI, MTS/SMP, MA/SMA sampai tingkat perguruan tinggi. Selain itu kami juga membantu pihak Puskesmas Bungursari dalam pemberian edukasi kesehatan tentang COVID-19, vaksinasi dan permasalahan kesehatan lainnya yang berada di lingkungan masyarakat Desa Bungursari dengan dibantu oleh pihak Puskesmas Bungursari,” jelasnya.

Baca Juga  Kapolres Asahan Bersama Forkopimda Asahan Tinjau Serbuan Vaksinasi Merdeka Massal Gabungan TNI/Polri

Berdasarkan latar belakang di atas, kami menyusun rancangan program dengan mengoptimalkan dari beberapa aspek bidang keilmuan yang sudah kami dapatkan di perkuliahan.

Pertama, kami mulai mengawali kegiatan di PAUD/TK Miftahul Khoeriyah yaitu dengan membuat Alat Permainan Edukatif (APE) yang dinamakan Dadu Huruf Putar. Alat permainan edukatif ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak dalam mengenal huruf dan mengasah aspek kognitif anak dalam mengenal angka, tambahnya

Kedua, kegiatan selanjutnya kami lakukan di MI LISDA dengan memberikan sebuah media pembelajaran yang dinamakan “Boneka Ayam” di kelas 3. “Media pembelajaran ini dimaksudkan untuk membantu peserta didik dalam proses pembelajaran terkait mengenal bagian-bagian tubuh hewan. Selain itu, kami juga memberikan edukasi terkait ‘Pohon Cita-Cita’ yang bertujuan untuk mengenalkan cita-cita, memberikan gambaran terkait cita-cita, dan memotivasi peserta didik untuk memiliki sikap optimis dalam mewujudkan cita-cita yang difilosofikan dengan sebuah pohon.
Ketiga, kami memberikan edukasi kesehatan terkait pemahaman mengenai COVID-19, vaksinasi dan permasalahan kesehatan lainnya dengan tujuan memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam memahami terkait kesehatan, khususnya mengenai COVID-19.

Dan yang terakhir, kami merancang Program Tahunan (PROTA) di SMA LISDA dengan tujuan untuk mempermudah dalam pelaksanaan berbagai layanan bimbingan dan konseling agar berjalan secara sistematis, serta lebih terorganisir dalam pengalokasian waktu untuk setiap pokok bahasannya agar lebih efektif dan efisien.

Metode dan edukasi yang kami berikan mudah-mudahan dapat berjalan secara berkepanjangan dan dapat membantu proses pembelajaran yang lebih efektif dan efisien bagi peserta didik di masa Pandemi COVID-19.

Adapun nama penanggung jawab KKNT di PAUD/TK Miftahul Khoeriyah yaitu Dina Nurazizah, untuk di MI Lisda penanggung jawabnya Aliffiah Novitasari dan Dandi Anugrah, di MTs Lisda penanggung jawabnya Syifa, Ajeng dan Siska, penanggung jawab KKNT alternatif di SMA Lisda yaitu Sahira Anggita,” pungkasnya. (H.Amir)

Baca Juga  VIDEO: Walikota Tasik Resmikan Hasil Pembangunan Tahun 2019 Dan Tinjau Playover Lingkar Utara
Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here