Ade Tita : Pihak Kami Belum Laksanakan Penambangan di Wilayah Tawang Banteng

0

KOTA TASIK, FOKUSPRIANGAN.ID – Dengan adanya dugaan penambangan pasir di wilayah Desa Tawang Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya yang di laksanakan oleh PT Pamada Jaya Kharisma, ratusan warga yang berasal dari Desa Cikadongdong Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya mengadakan aksi unjuk rasa yang bertempat di Kp Gunungbango RT 02 RW 06 Kelurahan Cipawitra Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya, Sabtu (28/8/21).

Kedatangan para warga ke lokasi penambangan tersebut dengan tujuan bahwa warga resah dan merasa khawatir akan limbah yang akan timbul jika penambangan tersebut berjalan, hal ini di katakan koordinator lapangan (korlap) Rosihin saat ditemui di lokasi

Kedatangan kami kesini bahwa kami hanya ingin melihat Surat Izin usaha pertambangan perusahaan ini. Keinginan kami agar aktivitas tambang ini ditutup saja. Karena yang sudah-sudah tidak benar, banyak pengusaha yang nakal dimana mereka ituembiang limbah pada malam hari.

Kalau memang perusahaan ini telah mengantongi izin, tentu kami pun tidak akan melarang perusahaan ini melakukan penambangan,tapi kami minta jangan sampai ada limbah,” katanya.

Sementara di tempat terpisah saat ditemui awak media, Direksi PT Pamada Jaya Kharisma Ade Tita SE menuturkan diakuinya lokasi dimana penambangan ini berada adalah milik pihak keluarganya. Sebelumnya memang tempat ini telah terjadi aktifitas penambangan secara illegal oleh beberapa orang

Anehnya kok pada saat aktifitas penambangan dulu itu tidak terdengar keluhan warga. Tapi sekarang dimana perusahaan kami baru akan berjalan, sudah ada keluhan warga.

Padahal sampai saat ini kami belum melakukan aktifitas penambangan, kami masih dalam pembenahan tempat, mulai dari pelebaran jalan, penataan ruang untuk kantor. Silahkan di cross cek, apakah kami sudah melakukan aktifitas penambangan

Baca Juga  TNI AL Lanal TBA Kibarkan Bendera di Perbatasan RI-Malaysia Pulau Jemur

Untuk perijinan sejauh ini sudah kami tempuh. Saat ini Surat Keterangan Rencana Kota/Kabupaten (SKRK) atau rekomendasi dari pihak Pemkab sudah keluar untuk ploating lahan sekitar 7 hektar, sedangkan luas lahan kami ini sebesar 5 hektar.

Setelah keluar rekomendasi dari Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) langkah kami selanjutnya mengajukan untuk proses Izin Usaha Pertambangan (IUP). Saat ini kita sedang menunggu IUP dari Kementerian terbit. Karena pengajuannya baru satu minggu.

Kami pun telah melakukan sosialisasi kepada warga, memang belum semua, kami baru melakukan sosialisasi ke warga yang berada dekat pertambangan yaitu masyarakat di Desa Tawangbanteng.

Kami cukup menyayangkan, karena warga belum apa-apa sudah menjustifikasi jika kami melakukan penambangan akan berdampak air sungai akan keruh. Padahal kami ini menyiapkan sistem pengolahan limbah yang baik, jika memang itu ada limbah yang di hasilkan. Kami ini ingin memberikan inovasi baru dalam pengelolaan tambang,”ujarnya. (H.Amir)

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here