Kritikan Pedas Bupati Buat Dinas Pariwisata dan Diskominfo Jadi Kebakaran Jenggot

0

KAB. TASIK. FOKUSPRIANGAN.ID – Bupati H. Ade Sugianto dalam arahannya dengan para Kelompok Tani Kopi dua hari yang lalu (26/8), bertempat di gedung pertemuan komplek rumah dinas Bojokoneng Singaparna, mengatakan bahwa kabupaten yang dipimpinnya dibilang luar biasa hal ini perlu disampaikan, mengapa demikian ? Tasikmalaya satu-satunya kabupaten/kota di Provinsi Jawa barat masih berada di level 2 bahkan secara nasional sejak PPKM dicanangkan sampai saat ini, ada juga kabupaten lain di level yang sama namun kabupaten yang dimaksud sebelumnya di level 3, turun ke level 2. (27/08/21).

Penilaian tentunya atas penanganan dan penanggulangan masalah covid-19 termasuk Bantuan Sosial (Bansos), untuk itu H. Ade oleh pemerintah pusat diminta dan ditunjuk menjadi narasumber nasional, yang jelas untuk dijadikan motivasi.

“Penting disampaikan dalam pertemuan ini seperti RPJMD ketika bupati Uu Ruzhanul Ulum menjabat, ada sekitar 17 urusan, kini dipangkas menjadi 3 urusan saja, H. Ade disela saran-sarannya tentang dinas pertanian menyinggung juga dinas pariwisata yang sekarang dianggap tidak punya kerja sambil menatap plt sekretaris dinasnya yang hadir, lihat saja dinas kominfo seandainya tidak bisa menunjukkan kinerjanya, Bupati dengan tegas dan lantang ” Dinas ini akan dibubarkan dan bernasib sama seperti Diskominfo”, bila didaerah-daerah Kepala Dinas disini cukup bidang saja, kilah Ade.

Jumlah jabatan sebelumnya ada sekitar 1040, dimasa Ade menjadi Ketua DPRD dan pemkab dipimpin H. Tatang Furhanul Hakim ada sekitar 841, Alhamdulillah kata H. Ade penilaian IPM di jawab barat untuk kabupaten Tasikmalaya mendapat peringkat kedua dari bawah.

Banyak pesan dan kesan yang disampaikannya pada para kelompok tani kopi yang dihadirkan dari 10 kecamatan dan bicara mengenai potensi-potensi yang ada, hanya Ade dalam arahannya menunda dulu perihal potensi.

Baca Juga  Bupati Tasikmalaya Tinjau Bencana Longsor di Desa Santanamekar

Kembali pada Disparpora, Bupati berceloteh tentang ada wisatawan dari daerah lain yang ingin ke gunung Galunggung, sederhana maksudnya karena hanya ingin melihat pagar tempat wisata yang menghabiskan anggaran dana peruntukannya 10 milliar. Padahal menurutnya dana sebesar itu lebih baik dibagikan buat petani untuk menambah modal usaha.

Kepala dinas komunikasi dan informasi Rudi saat dikonfirmasi penulis apakah ada keberanian untuk menjawab kritikan pedas bupati, Rudi menjawab salah satunya untuk efesiensi dan meningkatkan kerja aparatur, selebihnya “No Coment”, sambil bergegas masuk ruang kerjanya. (Iwan)

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here