Pemdes Kadipaten Bekerjasama Dengan Yayasan Pendidikan Ar-Rukoyah Selenggarakan Belajar Paket A.B.C Bagi Warganya

0

KAB TASIK. FOKUSPRIANGAN.ID – Bagi warga diwilayah Desa Kadipaten, yang tidak berkesempatan mengenyam pendidikan formal. Pemerintah Desa Kadipaten Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Ar-Rukoyah menyelenggarakan program pendidikan Kejar (Kelompok Belajar) Paket A (setara SD) Paket B (setara SMP) dan Paket C (setara SMA).

Untuk pendaftaran program pendidikan gratis bagi warga kurang mampu ini sudah dibuka sejak tanggal 10 Juni 2021 lalu dan akan di tutup pada tanggal 20 Agustus 2021″, ucap Cecep Agah Nagoya Kepala Desa Kadipaten, kepada fokuspriangan.id saat ditemui di kantor. (5/8/21).

Cecep mengatakan, tidak ada batas usia untuk syarat masuk ke program pendidikan ini, siapapun boleh ikut, baik muda maupun tua, yang penting memenuhi persyaratan. Selain gratis, nanti para siswa akan mendapatkan fasilitas belajar,” ujarnya Cecep.

Cecep menjelaskan, beberapa persyaratan yang harus dilengkapi yakni, mengisi formulir pendaftaran, foto copy akta kelahiran, foto copy kartu keluarga/Kartu Pelajar/KTP/SIM, foto copy ijazah SKHUN paket A/SD/MI 2 lembar, foto copy ijazah SKHUN Paket B/SMP/MTs 2 lembar, pas foto 2×3 dan 3×4 sebanyak 5 lembar.

Untuk formulir pendaftaran, kata Cecep, sudah disebar melalui kepala wilayah masing-masing. Yang minat, bisa langsung mengisi dan diserahkan lagi ke kepala wilayahnya.

Di Tahun 2020 lalu, sebanyak 32 orang yang mendaftar. Paling banyak yang daftar paket C, sebanyak 21 orang. Untuk Paket B ada 11 orang, sedangkan untuk paket A tidak ada yang daftar.

Sementara itu, tahun ini, terdapat dua orang yang usianya sudah tidak produktif ikut paket C. Sisanya yang masih usia produktif. Ia masih menunggu data dari para kepala wilayah, berapa jumlah data terbaru yang sudah mendaftar.

Tahun ini, tidak ada kuota khusus untuk program pembelajaran gratis ini. Siapapun yang berminat, bisa ikut mendaftar. Nantinya, mereka akan belajar di aula Desa dengan bimbingan para guru dari Yayasan.

Baca Juga  Pembagian BST di Kecamatan Mande dilakukan Dengan Prokes Covid-19 Yang Sangat Ketat

“Berkaca dari tahun lalu, mereka akan ikut belajar dari pukul 13.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Kurang lebih belajar hingga 4 jam lamanya. Ke depan, rencananya akan dibangun tempat khusus untuk mereka yang belajar paket A, B maupun C,” kata Cecep menjelaskan.

Cecep menyebutkan, ingin membangun SDM masyarakatnya yang mumpuni dan Pemerintah Desa ingin warganya berbekal ilmu. Selain itu, juga ingin menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan meningkatan taraf pendidikan masyarakat di desanya”, katanya.

Ia, merasa kasihan, ketika kedapatan masyarakatnya yang memiliki potensi, namun putus sekolah. Sedangkan di zaman sekarang, legalitas sangat di butuhkan. Dengan demikian memfasilitasi warganya agar memiliki legalitas”, pungkas Cecep. (Anton)

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here