dr Uus : Data Kematian di Kota Tasikmalaya Yang Diduga Akibat Terpapar Covid-19 di Bulan Juli Ada Sekitar 212

0

KOTA TASIK, FOKUSPRIANGAN.ID – Memang luar biasa angka kematian yang diduga terpapar Covid-19 di Kota Tasikmalaya, di bulan Juli 2021 ini mengalami peningkatan yang cukup drastis di bandingkan dengan bulan sebelumnya. Di bulan Juli 2021 angka kematian di Kota Tasikmalaya bisa mencapai 212, sedangkan bulan sebelumnya Juni 2021 hanya sekitar 98.

Hal ini di paparkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat di acara rapat sinergitas pelaksanaan vaksinasi, monitoring isoman dan pemberian bansos, Sabtu (31/7/21).

Memang, kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya ini sangat tinggi sekali penambahan jumlahnya sangat luar biasa sekali yang dimulai dari fase awal adanya pandemi Covid-19 sampai dengan waktu pemberlakuan PPKM level 4

Ini menjadi gambaran kepada kita, yang mana kita seluruhnya harus bergandengan tangan untuk meningkatkan kewaspadaan kita semua terhadap Covid-19 yang tentunya bahwa ini adalah tugas berat kita.

Kita tidak hanya bicara yang terkonfirmasi PCR tetapi kita juga berbicara tentang yang kontak erat. Karena kontak erat juga termasuk yang punya potensi untuk positif. Sehingga sama-sama harus menjalankan isolasi. Untuk grafikasi tiap-tiap Kecamatan kita lihat bahwa yang tertinggi ada di Kecamatan Cipedes, Tawang, Cibeureum, Mangkubumi dan Kawalu. Itu merupakan 5 Kecamatan yang tertinggi.

Kecamatan Cipedes dan Tawang angka kumulasinya kita harus hati-hati ada 2094 dan 2020. Ini pusat penduduknya sangat padat. Kita harus sangat prepare untuk mencegah penyebaran-penyebaran yang lebih meluas.

Kemudian yang positif menurut kriteria usia bahwa yang tertinggi adalah di kelompok usia 20 sampai 29 tahun kemudian pada kelompok lansia diatas 60 tahun kemudian pada kelompok 30 sampai 39 tahun. Ini harus kita maknai bahwa kita bisa melihat bahwa usia 20 sampai 39 tahun dan juga usia 50 tahun ini tentu kelompok usia yang sangat produktif. Ini adalah kelompok usia yang menjalankan aktifitasnya sangat tinggi, apakah itu kegiatan sosial, kegiatan bekerja atau kegiatan-kegiatan lainnya.

Sehingga kita bisa lihat bahwa pada kelompok yang punya potensi melakukan mobilisasi sangat tinggi ternyata menempati kasus tertinggi pula. Sehingga kita pun bisa memaknai terkait dengan pembatasan mobilisasi ini menjadi sangat penting untuk di lakukan.

Baca Juga  Kanit Reg Ident Polres Karawang Pimpin Kegiatan Ops Patuh Lodaya 2020 di Bundaran Mega Mall Karawang

Untuk data klaster Covid-19 Kota Tasikmalaya, klaster keluarga jauh meninggalkan klaster-klaster lainnya. Klaster keluarga ini bisa muncul, bisa saja dia terpapar saat melakukan aktifitas di luar atau yang harus kita waspadai adalah ketika tidak disiplin didalam menjalankan isolasi mandiri atau ketika masyarakat tidak melaporkan kepada Satgas Covid-19 tingkat Kecamatan, Kelurahan Ke-RWan, tingkat RT atau kepada Puskesmas

Ini yang harus kita hati-hati dan waspadai karena ini bisa berawal dari perorangan yang menjalankan isolasi mandiri yang mungkin masuk ke klaster keluarga. Dari klaster keluarga kalau tidak hati-hati bisa menjadi klaster komunitas

“Inilah yang menjadi sangat penting nanti pata petugas tracer yang akan diterjunkan ke lapangan untuk senantiasa kerja bahu membahu menghambat laju perkembangan klaster keluarga yang selanjutnya diharapkan bisa pula menghambat klaster keluarga untuk tidak menjadi klaster komunitas, sehingga kita bisa secepatnya menghentikan Covid-19,” pungkasnya. (H Amir)

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
1
+1
1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here