Seorang Pria Ditemukan Tewas Gandir di Pohon Jambu

0

SUKABUMI. FOKUSPRIANGAN.ID – Sesok mayat laki-laki yang tergantung di pohon jambu. Gegerkan warga Kampung warudoyong Rt 03 Rw 05 Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja, Rabu (28/7/21).

Berdasarkan informasi yang diperoleh Kabarrakyat.id, Kamis (29/7/21) menyebutkan, peristiwa penemuan mayat laki-laki yang gantung diri ( gandir ) di pohon jambu adalah Randi (28) warga setempat sekitar pukul 13.30 Wib, ketika dia hendak pergi ke kebun. Randi dikejutkan dengan penemuan mayat laki-laki yang tergantung di pohon jambu, kemudian dia memberi tahukan pemuannya dengan berteriak minta tolong.

Kapolsek Sukaraja Kompol Supardi mengatakan, korban yang diketahui berinisial MA (30) asal Kampung Warudoyong, RT 03/05, Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja ini ditemukan sekitar pukul 13.30 WIB. “Korban pertama kali ditemukan oleh temannya yang diketahui bernama Randi berusia 28 tahun asal warga Kampung Warudoyong, RT 02/05, Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja,ketika yang bersangkutan akan pergi ke kebun,” kata Supardi, Kamis (29/7/21).

Supardi menuturkan, sewaktu saksi mata ini tiba di kebun, Randi dikejutkan dengan melihat sesosok pria yang tergelantung di pohon jambu. Setelah itu, ia langsung bergegas lari sambil berteriak meminta tolong. “Waktu ditemukan, korban sudah dalam keadaan tergantung di pohon jambu milik warga dan telah meninggal dunia dengan menggunakan tali plastik atau tambang dan ikatan tali simpul hidup,” ujarnya.

Tidak lama setelah itu, ia bersama anggotanya langsung bergegas ke lokasi kejadian untuk memastikan kebenarnya. Setiba di lokasi, petugas kepolisian langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan sejumlah saksi. “Waktu ditemukan, korban meninggal dunia dengan menggunakan celana putih dan kemeja warna coklat,” katanya.

Supardi mengatakan, berdasarkan hasil identifikasi dan olah TKP, jenazah tergantung di atas pohon jambu dengan ketinggian 200 centimeter dan tinggi badan jenazah 160 centimeter. Selain itu, petugas dari Puskesmas Sukaraja maupun dari Polsek Sukaraja juga tidak menemukan adanya tanda – tanda kekerasan pada jenazah. “Dugaan sementara, korban ini meninggal karena memang gantung diri. Sebab, sewaktu pemeriksaan petugas melihat pada jasad korban, seperti lidahnya menjulur, ada kotoran keluar dari anus dan keluar air dari kemaluan,” jelasnya.

Baca Juga  BHS "Barisan Haji Sokhidin" Mengklaim Namanya Digunakan Pihak Lain

Ketika disinggung mengenai penyebab atau motif korban nekad telah mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, pihak kepolisian belum bisa memberikan keterangan secara resmi. Pasalnya, saat ini Polsek Sukaraja masih melakukan penyelidikan lebih dalam untuk mengetahui latar belakang korban yang nekad melakukan aksi gantung diri itu. “Untuk memastikan kematian korban, kami sudah menyarankan kepada pihak keluarganya untuk dilakukan autopsi. Namun, pihak keluarganya menolak untuk di lakukan autopsi dengan alasan, bahwa kejadian tersebut murni sebagai musibah. Untuk itu, mereka langsung membuatkan surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi oleh pihak keluarga korban,” tandas Supardi. ( Rusdi )

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1
1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here