Penjual Hewan Kurban Mengaku Omzet Penjualan Menurun Cukup Signifikan

0

SUKABUMI. FOKUSPRIANGAN.ID – Meski sebentar lagi memasuki Hari Raya Idul Adha 1442 H tetapi penjual hewan kurban sapi dan domba di wilayah Sukabumi mengalami penurunan omzet penjualan Sapi yang cukup signifikan. Padahal tidak ada kenaikan harga hewan kurban dari tahun sebelumnya, dampak pandemi mengakibatkan menurunnya jumlah sapi dan domba yang terjual.

Salah satunya diungkap Lingga Daffa Al’artaf salah seorang penjual hewan kurban asal Cikembang Sukabumi yang rutin jual hewan potong kurban di ruas Jalan Sukabumi – Bogor tepatnya di kawasan Karangtengah, Cibadak.

“Terasa ada penurunan yang signifikan sekali karena situasi pandemi, tetapi masih cukup banyak juga masyarakat yang antusias untuk berkurban. Lebih dari 20 persen pendapatan kita anjlok saat ini,” kata Lingga saat ditemui di lapak jualannya, Sabtu (17/7/21).

Tidak hanya jenis sapi kualitas lokal, di lapak ini dijual Sapi Ongole alias PO peranakan sapi asal India, selanjutnya sapi jenis Limosin dan Simental yang keseluruhannya didatangkan dari wilayah Jawa.

Dengan menurunnya jumlah permintaan hewan kurban, di tahun ini Lingga menurunkan setengah kuantitas jumlah sapi yang didatangkan dari wilayah Jateng dan Jatim. “Sekarang kita datangkan kurang dari 100 ekor, dari 50 ekor sapi yang kita datangkan dari Jawa, yang sudah terjual sekitar 42 ekor,” tutur Lingga.

Disinggung harga pasaran hewan kurban di tahun 2021, Lingga memastikan tidak ada kenaikan signifikan untuk harga.
“Untuk Sapi dari mulai berat 300 kilogram berkisar di harga 18 juta, sampai harga paling mahal kita jual diangka 40 juta dengan berat 8 kwintal keatas,” terangnya.

Sementara, untuk Domba, kata Lingga, harga di kisaran 3 jutaan dengan berat sekitar 30 kiloan. “Untuk yang paling murah Domba di kisaran 2,5 juta,” ucap Lingga.

Baca Juga  Pengurus Katar Kelurahan Mangkubumi Periode 2020-2025 Dilantik

Untuk seluruh hewan yang dijual di lapaknya, Lingga menerapkan servis khusus bagi konsumen, Sapi dan Domba yang telah dibeli, hingga menjelang hari pemotongan bisa dititipkan tanpa ada biaya perawatan tambahan dan gratis ongkir. “Harga kita jual di lapak kita antar sampai ke rumah (pembeli) tanpa ada ongkos tambahan perawatan ataupun ongkos pengiriman,” jelasnya.

Untuk kelayakan hewan kurban, Lingga menyatakan setiap minggu Petugas  Dinas Peternakan selalu mengecek kondisi Sapi dan Domba, mulai usia hewan, kondisi kesehatan Sapi dan Domba, hingga kelayakan konsumsi bagi masyarakat.
Untuk hewan kurban yang telah dinyatakan layak jual, diberi tanda khusus pada bagian telinga. “Dari Dinas Kesehatan setiap minggu ada yang rolling ke sini selalu ngecek kesehatan, selanjutnya memasang anting kepada sapi yang sehat dan layak potong,” jelasnya. ( Rusdi )

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here