Dongkrak Perekonomian Warganya Pemdes Sukadana Kembangkan Wisata Religi

0

KAB TASIK. FOKUSPRIANGAN.ID
Pemerintah Desa Sukadana Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya, sedang mengembangkan wisata religi berupa Petilasan Geger Beas. Di lokasi Dusun Ambarayah.Yang terdapat makom karomah yang sering dikunjungi peziarah baik dari sekitar desa maupun luar daerah.

Makam keramat itu, merupakan salah satu leluhur warga Desa Sukadana yang dari mulut ke mulut, para tokoh masyarakat, para tokoh-tokoh yang sudah tua, itu salah satu Karuhun dulu waktu zaman Cirebon. Jadi seorang kiyai yang menyebarkan agama Islam di wilayah Pagerageung, khususnya di Desa Sukadana”, ucap Aang Kusniadi Kepala Desa Sukadana kepada fokuspriangan.id dikantornya, Selasa (13/7/21).

masih menurut Aang, terdapat dua makom di lokasi itu, diantaranya Eyang Geger Beas Kidul dinamakan Eyang Sumpena, yang menurut sejarah itu seorang Kiyai. Lalu yang di Geger Beas Kaler, itu namanya Eyang Jiwawangsa yang terkenalnya. Namun ada juga yang menyebut Wirawangsa, itu dalam arti keturunan kerajaan.

“Sekarang, tempat ziarah tersebut, kini ingin dibangkitkan kembali menjadi tempat wisata ziarah. Bahkan, tidak ada situs-situs lain, tidak ada untuk program-program yang lain, melainkan hanya sebatas tawasul, mendo’akan kepada yang meninggal. Tidak ada ritual secara pribadi, yang diluar jalur keagamaan,” kata Aang.

Aang menyebutkan, untuk akses Jalan kebetulan ada 5 titik jalan menuju wisata Geger Beas. Yang di kelola sekarang, satu titik dari jalan Ambarayah. Itu juga anggarannya sebesar Rp 90 juta, 100 persen merupakan swadaya masyarakat.

“Jalan yang di perbaiki itu, merupakan jalan setapak. Panjangnya mencapai 700 meter, dengan lebar 80 Cm. Di bagian atas juga, akan dibangun Mushola dan juga wc berikut penerangan sampai ke atas. Itu belum dianggarkan, berikut gapura, patung kuda sudah direncanakan”, ujarnya.

Baca Juga  Patut di Contoh!! Anggota Satpol PP Dengan Gaji Rendah Bisa Biayai 30 Anak Yatim dan 9 Jompo

Aang mengungkapkan, menggali potensi ini selama 1 tahun setengah selama menjabat Kepala Desa. Makom Geger Beas sejarahnya sekarang pelan- pelan mulai terungkap, sisi lainnya bagaimana, dulu masih belum ada kekuatan.

Itu Makom tersebut seorang wali atau bukan, sekarang sudah ada banyak kepastiannya dari mulut ke mulut. Akhirnya, masyarakat antusias mengajak membangun berikut Ia pribadi sebgai penanggung jawab. “Intinya, sejarah itu seluk beluknya dari mana ? yang jelas itu dari kerajaan Mataram yang bergabung dengan pasukan Islam,” ungkapnya.

Aang berharap, dengan adanya wisata ziarah, perekonomian keseharian warga yang biasa dagang, nanti akan dipajang kerupuk kulit berbagai merek menuju lokasi wisata ziarah itu. “Cita-cita masyarakat untuk mengembangkan ekonomi, Insya Allah akan tercapai,”harapnya. (Anton)

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here