12 Pelanggar PPKM Darurat di Banjarsari Ciamis di Sanksi Tipiring Oleh Pengadilan

0

KAB,CIAMIS.FOKUSPRIANGAN.ID – Sejumlah pedagang toko pakaian di Kecamatan Banjarsari,Kabupaten Ciamis, Jawa Barat terkena razia Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Selasa (13/07/21).

Sebanyak 12 pedagang di kenakan sanksi tindak pidana ringan (Tipiring) oleh hakim pengadilan negri Ciamis, karena mereka terbukti melanggar perda Provinsi Jawa Barat nomor 5 tahun 2021 dengan membuka tokonya sehingga mereka di haruskan membayar sanksi denda ratusan ribu rupiah.

Mereka terpaksa harus menjalani sidang tindak pidana ringan yang digelar di alun alun Banjarsari secara virtual dan di haruskan membayar denda ratusan ribu rupiah ditambah andministrasi dua ribu atas pelanggaran yang dilakukan.

Kepala Bidang (Kabid) Satpol PP Ciamis, Asep Sulaeman mengatakan,” ini dalam rangka oprasi yustisi dan pelangaran sidang di tempat.

“Dengan target sasaran tempat usaha yang berdasarkan intruksi Mentri┬áDalam Negri┬á yang ter masuk Non Esensial yang harus tutup tetapi tetap buka,”jelasnya.

Lanjut Asep, kita disini bekerjasama dengan TNI/Polri, Kejaksaan Negri Ciamis dan Pengadilan Negri Ciamis untuk melakukan sidang di tempat.

Ada sekitar 12 pelanggar PPKM Darurat di Kecamatan Banjarsari yang yang di kena kan sanksi dan mengikuti sidang secara virtual. Mereka kebanyakan melakukan pelanggaran tempat usaha Non Esensial yang tetap buka di masa PPKM Darurat.

“Jadi yang boleh buka itu rumah makan itupun jangan di makan di tempat, konter pulsa, bengkel dan Toko Bangunan jadi ada yang di katagorikan non esensial selain┬áesensial dan kritikal termasuk non esensial harus di tutup sampai pelaksanaan PPKM Darurat di cabut pemerintah,”pungkasnya.

Sementara itu salah satu karyawati toko Maju Jaya Muslihah mengatakan,saya sangat kaget dan kecewa dengan adanya razia ini,karena tidak ada pemberitahuan dulu dari desa.

Baca Juga  Pengembangan KaTa Kratif Indonesia, Ini Penjelasan Sandiaga Uno

“Kami hanya menerima surat edaran dari desa yang menyatakan jam oprasional saja tutupnya┬ásamapi pukul 20:00 WIB.

Jadi saya merasa kaget dan kecewa karena selama PPKM ini sudah pihak toko hanya mendapatakan surat edaran dari desa namun tidak menjelaskan secara terinci tentang apa saja poin poin nya jadi kami membuka toko atas dasar surat edaran dari pemerintah Desa Banjarsari,”pungkasnya.

Dari hasil pantauan Fokuspriangan.id semua pelanggar PPKM Darurat sebanyak 12 pemilik dan karyawan toko mengikuti sidang di tempat dan mendapat sangsi tindak pidana ringan, Pengadilan negri Ciamis menjatuhkan sangsi administrasi sebesar Rp 200 ribu di tambah biaya sidang 2 ribu. (Revan)

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here