Rumah Zakat: 23 Tahun Bersama Indonesia

0

BANDUNG, FOKUSPRIANGAN, ID – Kamaluddin, seorang pemuda relawan Rumah Zakat dengan badan terbungkus Alat Pelindung Diri (APD) sedang tergeletak dengan mata terbenam di selasar Masjid Al Islah, Palasari, Bandung setelah seharian ia menyemprot cairan disinfektan ke fasilitas public. Jumat (2/7/2021).

dirinya harus melakukan penyemprotan di lima tempat berbeda dengan perlengkapan full APD, masker, dan menjinjing alat yang ia gendong menuju tempat-tempat tersebut. Tak kuasa menahan lelah, Kamal pun merebahkan dirinya sejenak, sebelum Kembali melanjutkan perjuangannya.

“Jadi sebenarnya penyemprotan itu membuat sesak napas sekali..tapi ini risiko bagi kami yang bertugas, semoga ikhtiar ini membuat COVID-19 tidak semakin meluas” kata Kamal.

Kamal tentu tidak sendirian. Di tengah sebagian dari kita yang bisa melakukan Work From Home (WFH), ada ratusan relawan lainnya yang menyalurkan makanan, membantu sosialisasi hidup bersih sehat, hingga menyusur lorong kampung untuk membersamai mereka yang membutuhkan.

“Pandemi ini benar-benar membuat kita begitu terpukul hebat, namun di sisi lain menyisakan harapan. Bahwa dengan kebersamaan, insya Allah kita bisa melalui pandemi ini, seperti berita tentang tumbuhnya kedermawanan masyarakat Indonesia bahkan di masa-masa sulit seperti ini,” pungkasnya

Dua pekan lalu, pertengahan Juni 2021, Charities Aid Foundation (CAF) dalam Laporan Indeks Kedermawanan Dunia atau World Giving Index (WGI) 2021, rupanya kembali menobatkan kita, Indonesia, sebagai negara paing dermawan di dunia

Artinya apa? Di tengah pandemi ini, justru banyak masyarakat yang ingin membersamai masyarakat lainnya: saling berbagi!. Temuan CAF tahun 2021 ini tercatat bahwa 8 dari 10 orang Indonesia berdonasi di tengah suasana pandemi ini, dengan tingkat kesukarelawanan di Indonesia lebih tinggi dari negara-negara lain, yakni tiga kali lipat dari rata-rata global

Baca Juga  Teh Cucu Teriak Saat Tim Wasev TMMD ke - 111 Melakukan Peninjauan

Sebuah penelitian dalam Jurnal Harvard Bussiness School (2009) yang berjudul Feeling Good about Giving: The Benefits (and cost) of SelfInterested Charitable Behaviour, menyebutkan bahwa dengan berbagi, sesungguhnya kita semakin bahagia. Semangat berbagi kebahagiaan ini yang terus kami rawat

“23 Tahun Kebersamaan untuk Indonesia”. Dengan semangat kebersamaan, insya Allah bangsa Indonesia kuat melewati pandemi ini. Alhamdulillah, di masa pandemi ini, Rumah Zakat telah menyalurkan amanah untuk masyarakat terdampak Covid-19

Saat ini, diperlukan semangat kebersamaan untuk mengahadapi pandemi. Kebersamaan akan menimbulkan energi besar untuk bangkit, energi kebahagiaan. Rasa Lelah kang Kamal dan para tenaga medis yang terus berjuang menjadi energi tersendiri, bahwa kita harus terus bergerak.

23 tahun lalu, sepenggal 1998, Rumah Zakat hadir ruang sempit di tengah krisis moneter. Kini, di masa-masa sulit pun, kami tetap hadir membersamai masyarakat menghadirkan kebahagiaan untuk 38 juta layanan penerima manfaat melalui program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan hingga program kemanusiaan

Dalam 23 tahun ini, Rumah Zakat, dengan 54 penghargaan seperti Baznas Award (2020), Anugrah Syariah Republika (2020), Gifa Awards (2020), Global Good Governance Award (2021) dan lainnya, telah bertransformasi menjadi World Digital Philantrophy, menghadirkan 1,700 desa berdaya, 18 sekolah juara, 8 klinik pratama, memberdayakan 20% mustahik yang terbebas dari garis kemiskinan, hingga jutaan donator dan mitra membersamai masyarakat menghadirkan energi kebahagiaan.

Tentu, ini merupakan kepercayaan dan amahan yang harus kami rawat, sebagaimana Allah akan senantiasa menolong hambaNya yang ingin membahagiakan saudaranya. Semoga, di usianya ke-23, Rumah Zakat, semakin bermanfaat untuk kebahagiaan Indonesia hingga Dunia. Tahniah (Nur Azizah)
Editor: SGT

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here