Sudrajat Salah Satu Calon DP Perumda Agro Sukabumi Mengaku Terdorong Menyelesaikan Masalah Pangan

0

SUKABUMI. FOKUSPRIANGAN.ID – Salah satu calon terkuat dalam ajang seleksi  Dewan Pengawas (DP) dan Anggota Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Agro Sukabumi Mandiri adalah Sudrajat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Selasa (22/6/21). Panitia Seleksi (Pansel) telah menetapkan 3 nama calon Dewan Pengawas Perumda Agro Sukabumi Mandiri berasal dari kalangan pejabat pemerintah daerah yang telah lulus seleksi administrasi meliputi, Sudrajat, Sri Padmoko, dan Deulis Linda.

Selanjutnya setelah memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan dinyatakan lulus, ketiga kandidat menjalani tahapan test psikologi yang dilaksanakan di BKPSDM Jalan Kadupugur, Kecamatan Cicantayan Sukabumi.

Kepada wartawan, Sudrajat mengaku terpanggil sehingga dirinya turut mendaftarkan diri dalam seleksi ini.
Pria yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian mengaku terdorong untuk menyelesaikan permasalahan pangan di kabupaten Sukabumi.

Hal lain yang menjadi motivasi kata Sudrajat, adalah keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan kaum petani Sukabumi, mengingat saat ini kalangan petani masih banyak yang dirugikan.

Dia menyebut, dalam harga jual (hasil pertanian) dari petani ke pedagang atau pengepul, harga jual gabah di panen raya
tahun ini periode Februari – Maret – April 2021, seharusnya harga (gabah) diterima petani 4200. “Sementara kemarin (diterima) hanya senilai 3100 sampai 3400. Itu salah satu permasalahan yang dihadapi petani, yang sangat miris banget turun harga lebih dari seribu rupiah,” ungkap Sudrajat.

Contoh kasus lain yang dinilai merugikan Petani, ucap Sudrajat, harga jual gabah kering giling (GKG) yang seharusnya 5250 namun hanya diterima 4500 rupiah perkilonya.

Dengan permasalahan harga jual hasil produk pertanian yang dinilai hanya menguntungkan kelompok tertentu namun justru merugikan petani, Sudrajat berpendapat Pemerintah Daerah harus turun tangan, salah satunya dengan menciptakan terobosan dan inovasi
program baru yang bisa diintervensi oleh Perumda Agro. “Supaya pertama dari sisi sosial membantu menaikkan pendapatan petani, kedua membantu pemerintah daerah dalam hal meningkatkan PAD,” jelasnya.

Baca Juga  Tak Kenal Lelah Kembali Relawan Kang H.Yanto Aprianto.SH.MH Semprotkan Desinfektan Pada Pemukiman Warga

Tidak hanya Gabah atau Beras, menurutnya, kedepan Perumda Agro memperhatikan peluang bisnis di komoditas Jagung dan Ubi Kayu yang saat ini tengah trend.

Sekarang dirinya tengah berupaya menyulap ubi kayu dalam hal penjualan dimana harga saat ini antara 400 sampai 600 di pengepul, sementara petani hanya menerima 350 rupiah. “Tahun depan saya bersama pengusaha industri khusus beras analog dari ubi kayu mereka siap terima seharga 1200 di pabrik. Pengusaha bahkan minta pabriknya ingin dibangun di Sukabumi,” jelas Sudrajat.

Peluang usaha agro Ubi Kayu harus menjadi sorotan khusus, mengingat industri di sektor tersebut membutuhkan sekitar 50 ribu hektare lahan untuk bisa mencukupi kebutuhan produksi. “Sementara saat ini sektor tersebut baru terisi sekitar 16 ribu hektare,” sebut Sudrajat.

Sektor lain yang tengah di bidik Sudrajat adalah peningkatan produksi beras kaya gizi guna penanggulangan sekaligus menekan potensi stunting.
Saat ini ucapnya, melalui kebijakan
Bupati Sukabumi, pihaknya tengah konsen dalam program beras kaya gizi. “Pak Bupati sudah menjanjikan bahwa di Kabupaten Sukabumi tengah mengembangkan beras kaya gizi. Sudah dimulai, sekarang ada 125 hektare yang disiapkan untuk beras menopang keluarga stunting, itu sebagian program yang waktu dekat akan dilakukan,” jelasnya. ( Rusdi )

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here