Sembako Akan Dikenakan PPN Ini Kata Warga Sukabumi

0

SUKABUMI. FOKUSPRIANGAN.ID – Rencana pemerintah yang akan memberlakukan Pajak Pertambahan Nilai ( PPN ) bagi sebelas bahan pokok ( sembako ) mendapat kecaman dari berbagai pihak. Salah satunya dari Persatuan Warga pasar┬á(Perwapas) Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mengajukan keberatan dengan rencana pemerintah yang akan memberlakukan pajak pertambahan nilai (PPN) terhadap 11 bahan pokok. “Ramai wacana pemerintah menerapkan pajak bahan pokok. Kami dari┬ápasar┬ásemi modern Palabuhanratu┬ásangat keberatan,” ujar Ketua Perwapas Palabuhanratu, Maidin, Jumat (11/6/21).

Maidin yang juga pengurus Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPD APPSI) Kabupaten Sukabumi itu dengan tegas menolak, karena saat ini daya beli masyarakat sangat lemah.
“Walaupun pemerintah memberikan bantuan UMKM, tapi kan tidak semua warga mendapatkan bantuan tersebut,” tegasnya.

Untuk itu, Dia berharap pemerintah mengkaji ulang rencana tersebut, dan diminta lebih fokus dalam memulihkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang saat ini masih terus melanda. “Harapan saya seharusnya perekonomian dulu dipulihkan, karena sejauh ini di┬ápasar Palabuhanratu khususnya sangat lemah (perekonomian) itu berdasar pantauan. Saya setiap hari keliling dan ngobrol sama pemilik kios hampir semua mengeluhkan sepi pengunjung,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang pemerhati ekonomi Sukabumi, Benny Sikumbang mengatakan kalau negara mau kenakan pajak untuk sembako, berarti negara itu tidak memperhatikan rakyat kecil. ” “Keadaan rakyat sedang tidak berdaya akibat pandemi covid-19, sehingga perekonomian terjepit, sekarang mau ditambahin beban pajak, waduh rakyat semakin tersiksa,” katanya, kepada FokusPriangan.id, ketika ditemui di Cicurug, Jumat (11/6/21).

Menurutnya, selama pandemi pengangguran bertambah, penghasilan masyarakat turun hingga 50%, dan perlahan sudah mulai membaik. Ia berharap pemerintah tak cari masalah baru dengan pengenaan PPN pada sembako. “Ekonomi keadaannya seperti ini, ngapain harus ditambahin beban pajak,” tandasnya. ( Russdi )

Baca Juga  Ditengah Kenaikan Harga Kedelai Pengusaha Tahu Tempe di Sukabumi Siasati Supaya Bisa Berproduksi
Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
1
+1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here