Nanang Nurjamil : Selama Ini Ada Kecenderungan Diskriminatif Ke Pepmatas

0

KOTA TASIK, FOKUSPRIANGAN.ID – Perkumpulan Pedagang Masyarakat Tasikmalaya (PEPMATAS) kembali mendatangi Kantor DPRD Kota Tasikmalaya untuk beraudiensi, Rabu (9/6/21), kemarin.

Pembina Pepmatas Ir H Nanang Nurjamil diawal penyampaiannya mengatakan pihaknya mengkoreksi kepada Tim Penanganan Covid-19 perihal Surat Edaran. Untuk ke depan pihaknya meminta kalau membuat Surat Edaran itu jangan selalu mepet waktu.

Kasihan para pedagang, kalau Surat Edaran itu diterima mepet waktunya. Selain itu kami pun meminta dalam Surat Edaran tersebut sifatnya jangan diskriminatif, Reboan, Manbo Kuliner dan Kojengkang dilarang. Lalu bagaimana dengan pedagang yang berada di Jalan Cihideung, apakah para pedagang tersebut masuk ke masyarakat eksklusif? Sehingga tidak pernah disentuh.

Kami juga mohon koordinasi antar lintas Instansi yang termasuk di Tim Penanganan Covid-19. Kami melakukan kegiatan pasar rakyat jaga jarak, untuk ijinya saja sampai 7. Yang kami tidak mengerti masih ada oknum yang berteriak menanyakan akan ijin.Ini artinya bahwa koordinasi lintas instansi tim ini tidak beres.

Dalam audiensi sebelumnya Pepmatas telah mengusulkan rencana akan pembangunan Pasar Rakyat Sukapura lantai 5 dengan lokasi di Lahan Pemda lama. Gambar dan RAB nya sudah kami serahkan ke pihak Pemerintah Kota Tasikmalaya.Lalu kami pun mengusulkan Pakulima untuk di Jalan Cihideung, tapi tidak ada tindak lanjutnya

Namun, tiba-tiba saja ada pemberitaan di media bahwa pihak Pemkot akan menata kawasan Hazet seperri halnya di Malioboro Yogyakarta, termasuk juga dengan penataan di kawasan Jalan Cihideung.

Kalau kita lihat kan luas jalan di Hazet itu kan sangat berbeda dengan luas jalan yang ada di Malioboro.

Kami pun menyoroti akan rencana pihak Pemkot yang akan melakukan penataan di jalan Cihideung, padahal sebelumnya kami pun telah mengusulkan Pakulima, menjadi sebuah destinasi wisata kuliner yang menarik dan bisa memberdayakan sejumlah pelaku usaha dan bisa menyumbangkan PAD.

Baca Juga  Lurah Kota Baru Lantik Ketua Rw 12 Terpilih Perum Kotabaru

“Audiensi kami ini merupakan audiensi yang ke-5 dan terakhir bagi kami. Kalau sampai dengan 7 hari ke depan yang di mulai sejak hari ini Pihak Pemerintah Kota Tasikmalaya tidak merespon sama sekali, maka pihak Pepmatas akan melakukan class action secara perdata dan pidana ke Mahkamah Agung,” katanya (Tim)

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here