Iim Rohimah Kepala UPTD Pendidikan Kec. Pagerageung, Sekolah Yang Akan Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Sudah Diverifikasi

0

KAB TASIK. FOKUSPRIANGAN.ID – Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) yang dilaksanakan pada hari ini di seluruh Sekolah se- Kabupaten Tasikmalaya. Dua di antaranya di wilayah UPTD Pendidikan Kecamatan Sukaresik dan Pagerageung.

Sekolah-sekolah yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka, sudah diverifikasi kesiapannya oleh kami beserta pengawas sekolah dan tim gugus tugas covid-19, tingkat Kecamatan ” ujar Iim Rohimah Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Pagerageung kepada fokuspriangan.id , saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (7/6/2021).

Iim mengungkapkan, satuan tugas covid-19 Kabupaten Tasikmalaya meminta agar setiap sekolah wajib menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Dengan demikian, pihaknya telah melakukan monitoring ke sebanyak 34 sekolah yang ada. Kedapatan ada beberapa sekolah yang kedapatan belum menyediakan wastafel, sehingga diminta untuk segera menyediakan.

Untuk melaksanakan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka tersebut, pihak sekolah harus menyediakan sarana pendukung di lingkungan sekolahnya, melakukan pemetaan wilayah Covid-19, baik bagi tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan serta siswa, mendapatkan izin orang tua dan yang pasti pelaksanaan ini sudah mendapatkan izin dari Satgas Covid -19.

“Secara keseluruhan semua sudah siap untuk menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh tim gugus tugas Covid-19. Termasuk semua tenaga kependidikan sudah di vaksin sebanyak 2 kali,” kata dia.

Nantinya, ujar Iim, bagi para siswa harus menggunakan masker dari rumahnya masing-masing. Jika dikedapatan siswa yang datang tidak menggunakan masker, maka pihak sekolah harus menyiapkan dan memberikan kepada siswa yang tidak menggunakan masker tersebut.

Para siswa dianjurkan untuk segera masuk ke ruang kelas masing-masing. Mereka langsung duduk di kursi yang telah disiapkan, dengan setiap siswa diberi jarak 1,5 meter. Dalam satu kelas maksimal 15 hingga 20 siswa, disesuaikan dengan luas ruangan. Para siswa tersebut juga dibagi menjadi dua shift, dan maksimal mengikuti pembelajaran selama 3 jam.

Baca Juga  PT, SJA Berikan Penguatan dan Edukasi Terhadap Pemberdayaan Bumdesa CiKeusal

Selain itu, kata Iim, para siswa telah dianjurkan untuk membawa bekal atau makanan dari rumah masing-masing, sehingga tidak jajan di lingkungan sekolah. Hal itu, untuk menjaga agar menghindari kerumunan dan menekan penyebaran Covid-19.

“Pihak sekolah harus menciptakan suasana yang nyaman dan tidak boleh ada kerumunan dari awal datang hingga pulang sekolah. Bagi yang antar jemput juga, saya anjurkan agar menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Asep Sukirman Kepala UPTD Kecamatan Sukaresik mengatakan terdapat 20 sekolah yang ada di wilayahnya. Semuanya sudah dicek dalam hal kesiapan protokol kesehatan dan sarana prasarana seperti ruang kelas, masker, wastafel hingga thermogun telah disiapkan oleh masing-masing sekolah,” kata dia.

Bahkan ujar Asep, di setiap sekolah telah disipkan ruangan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) atau ruang isolasi bagi siswa yang dinyatakan sakit. Ketika nantinya siswa di cek dan suhunya melebihi batas maksimal maka tidak diperkenankan masuk ruang kelas, melainkan langsung di masukan ke ruang isolasi sementara tersebut.

Asep menekankan kepada pihak sekolah, agar jangan sampai ada kerumunan, siswa diminta membawa bekal sendiri dari rumah masing-masing dan tidak ada jeda untuk istarahat. Untuk ruang kelas yang di gunakan oleh sekolah di wilayah kecamatan sukaresik, maksimal harus sebanyak 50 persen dari jumlah siswa satu kelas. Rata-rata bisa digunakan oleh sebanyak 10 hingga 15 siswa.

Selain itu, Ia telah menginstruksikan agar saat pulang, para siswa itu antar kelasnya tidak bersamaan. Bisa saja kelas 1 dulu yang pulang, lalu kelas berikutnya dan seterusnya. Jadi harus ada jeda waktu, minimal 3 sampai 5 menit. Hal itu dilakukan, guna mengantisipasi kerumunan.

“Saya harap penyelenggaran pendidikan di Kecamatan bisa mengarah ke Pembelajaran Tatap Muka secara murni. Bisa dilaksanakan secara maksimal dengan mengoptimalkan protokol kesehatan, sehingga tidak ada keraguan penyelenggaraan nantinya,” harapnya. (Anton)

Baca Juga  Pemdes Banjarsari Terus Melakukan Sosialisasi Dalam Langkah Antisipasi Pencegahan Penyebaran Virus Corona
Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here