Gara-gara Harga Kedelai Naik Perajin Tempe Kecilkan Ukuran Tempenya

0

TANGSEL. FOKUSPRIANGAN.ID – Dampak harga kedelai naik, sejumlah pengrajin tempe di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terpaksa mengurangi ukuran tempe yang diproduksinya. Mereka melakukan tindakan itu lantaran tidak mau usahanya merugi akibat naiknya harga kedelai. Mereka pun harus memutar otak agar tetap bisa mendapatkan untung dari hasil penjualannya.

Salah satu pengrajin tempe, Yanto (40) di Kampung Tempe, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan menuturkan, ia harus merogoh kocek yang cukup besar hanya untuk membeli kedelai, sebagai bahan bakunya. “Saya kalau membeli satu kuintal itu Rp1.100.000, kalau per kilo Rp11 ribu. Itu sangat benar-benar memberatkan sekali,” kata Yanto kepada wartawan, Senin (7/6/21).

Harga kedelai tersebut, ucapnya, terus mengalami kenaikan sejak sekitar tiga bulan lalu. Tepatnya sejak menjelang Ramadan lalu. “Sudah sekitar tiga bulan, sebelum puasa sampai sekarang. Kalau kemarin normalnya Rp800 ribu, terus ada kenaikan Rp50 ribu tapi kan pada demo. Tapi, bukannya turun malah makin naik sampai Rp900 ribu, sampai sekarang Rp1,1 juta,” ujarnya.

Untuk tetap mendapatkan untung, dia pun menyiasatinya. Salah satu caranya, yakni dengan terpaksa memangkas ukuran tempe yang dibuatnya tersebut.
“Ukurannya jadi kami kecilkan. Begitu pun dengan kemasannya,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, Yanto beserta para pengrajin tempe lainnya mengharapkan akan adanya peran serta dari pemerintah dalam hal mengontrol harga kedelai. “Harapan kami tentu harga kedelai dinormalkan, supaya konsumen tempe punya pendapatan lebih. Enggak seperti saat ini, berat banget, mudah-mudahan dari pihak pemerintah kasih solusi supaya harganya bisa normal,” tandas Yanto. ( Muhammad Irfan )

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
1
+1
+1
+1
Baca Juga  Di Tengah Persiapan Musda Golkar Kab Tasikmalaya, Sejumlah Pengurus PK Tasik Utara Layangkan Mosi Tidak Percaya Terhadap Erry Furwanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here