Ditengah Kenaikan Harga Kedelai Pengusaha Tahu Tempe di Sukabumi Siasati Supaya Bisa Berproduksi

0

SUKABUMI. FOKUSPRIANGAN.ID – Pengusaha tahu dan tempe yang tergabung dalam Paguyuban Tahu dan Tempe Jawa Barat, kembali berproduksi lagi. Setelah dua hari menyatakan menghentikan produksi dan jualan nya terhitung Jumat (28/5/21) hingga Minggu (30/5/21).

Informasi yang diperoleh menyebutkan, sesuai kesepakatan Paguyuban Tahu dan Tempe Jawa Barat pada Senin (31/5/21) hari ini, para pelau usaha mulai kembali berproduksi dengan kesepakatan harga tahu dan tempe naik dari Rp8.000 menjadi Rp8.500 perbungkus. “Insya Allah pada Senin ( hari ini- red ) sudah mulai kembali produksi, dengan kesepakatan dari semua pengrajin menaikan harga 15 sampai 30 persen. Jadi harga jualnya Rp8.500 perbungkus,” kata Ali Rahman Al Fariz, salah seorang pengusaha Tahu Kuring Sukabumi di Jalan Letda T Asmita RT2/RW2, Kelurahan Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Senin (31/5/21).

Menururnya, menaikan harga jual tahu dan tempe ini terpaksa dilakukan lantaran harga kedelai merangkak naik dari Rp9.700 menjadi Rp10.700 perkilogram.
“Tentunya, peningkatan harga kedelai ini berdampak terhadap para pengusaha tahu dan tempa karena bahan bakunya menggunakan kedelai. Harga kedelai normalnya di kisaran Rp9.700 perkilogram. Sedangkan, harganya saat ini naik Rp1.000,” ungkap Ali.

Pihaknya berharap, harga kedelai tidak mengalami peningkatan harga kembali karena akan berdampak terhadap kenaikan harga jual tahu dan tempe. “Mudah-mudahan harganya bisa kembali normal. Kasian pada konsumen kalau harganya terus meningkat,” tandasnya. ( Rusdi )

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1
Baca Juga  DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Banggar Bahas RKPD Tahun Anggaran 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here