Patut di Contoh!! Anggota Satpol PP Dengan Gaji Rendah Bisa Biayai 30 Anak Yatim dan 9 Jompo

0

KAB. TASIK. FOKUSPRIANGAN.ID – Siapa sangka Ade Heryadi bersama istri, warga kampung Padakembang Desa Padakembang Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya bisa merawat, mengurus dan membiayai anak yatim, walau tidak ditempatkan dirumahnya, karena keterbatasan sarana dan prasarana, dengan pendapatan dari gaji seorang anggota Satpol PP.” Ia mampu membiayainya.

Saat dikonfirmasi Ia mengatakan. Sebetulnya semuanya ada 30 orang anak yatim dan 9 orang jompo, yang berada di Kampungnya tempat dia tinggal, bahkan satu Rt, cuma kemampuan yang betul-betul dapat terurus hanya sebanyak 12 orang anak, sedang yang lain sekedarnya saja, itu juga bila mereka sakit dan bila ada yang sangat membutuhkan sekali, terutama ada yang meninggal dan kebutuhan Hari Raya.

Ade Hernayadi yang dikenal dengan sebutan “ Sikeling Dari Padakembang “, tubuhnya tak tinggi namun kekar berisi, warna kulit hitam lekam, seorang pegawai tenaga honorer dari Satuan Polisi Pamong Praja pemkab setempat, bertutur cerita tentang pengalaman kehidupan yang dijalaninya selama ini.

“Mulai berkiprah di Satpol PP pada tahun 2005 dengan mendapat honorarium awal perbulan sekitar 85 ribu rupiah, ada peningkatan naik menjadi 250 ribu, lalu 400 ribu, sampai 750 ribu dan kini di tahun 2017, mendapat 1.390 ribu rupiah,” Ucapnya Ade

Lebih lanjut Setelah akil baliq, ade dibawa dan dibesarkan oleh Rd. Sani Nata Wijaya Kusuma, Guru Besar dan pendiri Padepokan Pajajaran, sebuah perguruan silat yang beralamat dikampung Adawarna desa sirnajaya kecamatan sukaraja, disini pula tempat para pendiri sukapura memulai dan merintis pemerintahan dan cikal bakal dari bagian sejarah kabupaten Tasikmalaya

Tersentuh merawat anak yatim dan para jompo, keluarga kecil Ade Heryadi (sikeling), bukan karena punya atau kelebihan harta, lihat saja sambil menatap penulis, keadaan keluarga saya, karena faktor lingkungan disekitar rumah tinggalnya bernaung

Baca Juga  DKM Kantor Pusat Bea Cukai Bantu 1000 Makanan Siap Saji Untuk Korban Banjir Bekasi

“Anak yatim-piatu yang saya asuh boleh dikata satu Rt&Rw, sudah rumahnya tidak layak huni, mereka juga tak punya penghasilan tetap, sebagai buruh bila ada yang nyuruh, sebagai pedagang makanan ringan seperti bala-bala dan lainnya dari orang lain, sudah jelas pendapatannya sangat minim dan tidak akan mencukupi, keadaan seperti inilah yang mengusik dan luluhkan hati,” Ungkap Ade

Ade menambahkan Memang ada pejabat pemkab yang memberi saran untuk membuat Yayasan Anak Yatim, namun permintaan itu saya tolak, bukan apa-apa yang jelas bagi para hartawan, ya orang berada yang punya kelebihan rezeki duniawi, ada bagian rezeki anak yatim untuk disantuni, hal inilah yang harus dipahami mereka.

“Walaupun tak banyak, masih bisa dihitung jari, ada juga pejabat dari pemkab yang sudah terusik dan biasa menyantuni anak-anak yatim setiap bulannya disini yang diurusnya, dan satu keinginan anak-anak yatim tersebut ingin semuanya terangkum, agar dapat berpendidikan sampai ke perguruan tinggi, bila memungkinkan, minimal sampai lulus sekolah menengah atas dan dapat merawat para jompo.” Imbuhnya

Bilamana ada pihak dari luar wilayah kabupaten yang ingin menjadi donatur, bisa langsung menghubungi kami atau melalui tlp seluler 085323999744 atas nama Ade Heryadi anggota satuan satpol pp kabupaten Tasikmalaya pungkas Ade. (Wawan)

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
2
+1
+1
+1
+1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here