Diduga Cemari Sungai, Pihak Perusahaan Mengatakan Itu Sudah Clear, Dan Ini Kata DLH

0

KAB. CIANJUR. FOKUSPRIANGAN.ID – Dugaan aktivitas perusahaan yang mencemari sungai makin kuat, meskipun pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur, menyebutkan bahwa perusahaan yang berada di Wilayah Desa Sukasirna, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat itu, hanya diharuskan membuat IPAl Domestiknya saja, Sabtu, (08/05/21).

Namun hal itu tidak akan menghilangkan bahkan mengurangi limbah cair yang dikeluarkan dan diduga mencemari sungai. Pasalnya Para warga Pasirloji meskipun sengaja kami tidak sebutkan namanya, serentak mengatakan bahwa sungai Cikamuning berubah menjadi putih dan bau amis, diduga terdampak dari aktivitas perusahaan pencucian telur. Sungai yang sekurangnya lima tahun lalu tidak sekotor itu dan masih bebas digunakan, kini setelah air berubah menjadi kotor warga enggan menggunakannya dan hanya bisa mengeluh.

Jelas saja warga mengeluh, apalagi, air Pam yang biasa digunakan tidak selalu mengalir, hingga merekapun terpaksa menggunakan aliran sungai tersebut meskipun khawatir akan timbul penyakit gatal.

Bahkan seorang bapa bapa saat sedang berkumpul menyebutkan, jangankan kami untuk mandi, ikan pun sudah tidak ada di sungai tersebut, bahkan dirinya mengatakan, diperkirakan tahun ini sungai sudah tidak mungkin digunakan,”ujar seorang bapa bapa.

Dugaan dampak pencemaran air tersebut bahkan berujung kesungai Cisokan dan bermuara ke waduk Cirata.

Jelas, jika benar sungai tersebut tercemar dan pencemarannya di sebabkan dari perusahaan yang masih CV dan lima tahun tidak memakai tanda pengenal di gerbangnya itu, dapat dikatakan perusahaan itu diduga kuat melanggar *Peraturan Persiden (PerPres) no 15 tahun 2018 tentang percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan daerah aliran sungai Citarum.*

Hal ini perlu penanganan dan pengawasan Dinas terkait yang mempunyai peranan penting dalam menjaga lingkungan agar peraturan yang dibuat Presiden berjalan sebagai mana yang di harapkan.

Baca Juga  Aliansi Komunikasi Wartawan Kabupaten Labuhan Batu Selatan Pertanyakan Dana Jilid 1 Dan II Yang Belum Dibayarkan

Dalam wawancara beberapa waktu lalu dengan Komandan Sektor 12 Citarum Harum, tempo lalu, bahwa Citarum kini telah mencapai tingkat kualitas air yang baik. Namun apa jadinya jika hal ini tetap di biarkan, kerja keras Satgas Citarum Harum akan terhambat untuk menargetkan Citarum Harum Cepat Pulih.

” Ya, tentu saja, jika warga melihat aktivitas pabrik atau siapapun yang membuang limbah kesungai dapat langsung melaporkan ke kami dan kami akan menindaknya,” tegas Dansektor 12 Citarum Harum, Kolonel Arh. Syarif Hidayatullah, saat di wawancarai wartawan tempo lalu.

Kolonel Arh. Syarif Hidayatulloh, menegaskan, bahwa ada tiga tahapan dalam menindak perusahaan yang nakal, pertama dirinya akan melakukan Sidak Peninjauan dan pengarahan, kedua Sidak Tegoran jika perusahaan tetap nakal, dan yang ketiga Sidak Penindakan secara tegas kepada perusahaan yang bandel dan tidak menghiraukan masukan serta arahannya.

Pada temuan adanya keluhan tersebut, awak media telah dua kali mengkonfirmasi pihak perusahaan, dan kami dihadapkan dengan mandor perusahaan tersebut, dalam pertemuan pertama, mandor perusahaan mengatakan bahwa, pihaknya tidak memiliki IPAL, hanya mempunyai Filterisasi biasa dan air putih yang keluar itu bekas dari cucian telur.

” Air yang keluar cukup baik, PH nyapun netral dan semua ijin sudah lengkap makanya kami sudah bisa beroprasi,”jawab Mandor dengan santai.

Atas kepedulian kami terhadap lingkungan, di hari selanjutnya kami mencoba melihat air buangan pabrik itu dan tetap saja air yang keluar berbusa,berwarna putih dan bau amis.

Kami mencoba mengkonfirmasi pihak perusahaan dan lagi lagi mandor tersebut mengatakan bahwa air yang keluar sudah aman.

“Terkait limbah sudah clear, pihak Lingkungan hidup sudah kesini dan tidak ada catatan apapun atau masukan apapun, pihak LH kesini dengan satgas Citarum Harum dan ini sudah klir, namun lebih jelas nya, saya tidak terlalu mengetahui hal apa saja, karena bukan saya yang berkomunikasi dengan pihak lingkungan hidup,” kata Mandor perusahaan, (Tidak kami sebutkan namanya ) didepan gerbang perusahaan, Selasa,(04/05/21).

Baca Juga  Dihari Jadi Ke-19, Walikota Tasikmalaya : Keberhasilan Yang di raih Kota Tasik Merupakan Hasil Kerja Keras

Sementara di waktu yang sama, pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur, melalui, Kepala Seksi Pengendalian Kerusakan Lingkungan, Meidy Prasetyadi, mengatakan, bahwa perusahaan tersebut menurut dokumen/pemberkasannya telah berijin namun hanya perlu pembuatan limbah domestiknya saja.

Disinggung terkait limbah yang diduga mencemari sungai dan dikeluhkan Warga, Meidy mengatakan bahwa, dirinya hanya melihat dari isi dokumen dan perusahaan tersebut tidak menghasilkan limbah dari industri, hanya saja dirinya mengatakan bahwa perusahaan tersebut harus membuat IPAL Domestiknya saja.

“Ya kedepannya rencananya mau ada peninjauan, kan kemarin juga direncanakan mau ninjau jadi kemarin itu, pengen lihat dulu perijinannya, kan kalo misalkan perijinannya ada berarti pedoman patokannya di dokumen ijin lingkungan, PPLH, nah kalo misalkan tidak ada itu jelas melanggar secara perijinan, nah ketika misalkan dokumennya lengkap apalagi ada keluhan dari Masyarakat ya paling nanti kita kesana,”katanya saat di confirmasi melalui sambungan whatsap.

Sambung Meidy,” Kami kemarin tidak melihat langsung IPAl nya karena perijinannya tidak bisa memperlihatkan jadi saya lihat dulu dari segi perijinannya dulu, karena saya kelapangan berpedoman dengan dokumen perijinan yang ada,”tandasnya.

Meidy menambahkan, bahwa pernyataan pihak perusahaan yang mengatakan bahwa perusahaan itu aman belum dapat dipastikan, mengingat apa yang dikeluhkan warga harus melewati uji Lab terlebih dahulu.

“Sebetulnya aman tidaknya belum sih karena pada saat itu saya tidak menyatakan aman, karena pada saat itu saya hanya melihat dokumen perijinannya saja dulu belum melihat kelapangan, dan tetap itu juga harus melalui uji laboratorium terlebih dahulu walaupun misalkan berwarna, misalkan tadi disebutkan putih kami tidak bisa menyebutkan bahwa itu baik atau tidaknya sebelum melewati hasil lab terlebih dahulu,”tutup Meidy. (Andri Sutisna)

Baca Juga  Koramil 1304 Panumbangan Giat Komsos Serta Bagikan Sembako Ke Warga
Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
2
+1
+1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here