Diduga Salah Satu Perusahaan di Wilayah Kecamatan Sukaluyu Cemari Sungai, Wargapun Mengeluh, Ini Kata DLH

0

KAB.CIANJUR. FOKUSPRIANGAN.ID – Sejumlah warga di Kampung Pasirloji, Desa Sukasirna, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat keluhkan air sungai yang diduga tercemar karena adanya aktivitas salah satu perusahaan pembersih/pencucian ( pemisahan kuning telur ) di wilayah tersebut, Selasa, (04/05/21).

Menurut para warga yang sedang berkumpul serentak mengatakan bahwa air sungai yang dulunya bersih dan bening, kini berubah menjadi putih dan bau amis. Hal ini sontak membuat warga geram dan kecewa dengan keberadaan perusahaan tersebut, apalagi dimusim kemarau, sungai tersebut sering digunakan warga untuk mencuci dan kebutuhan lainnya, karena meskipun ditempat tersebut menggunakan air PAM namun tidak jarang air PAM pun tidak mengalir jadi terpaksa warga menggunakan air sungai tersebut, meskipun bau amis sangat terasa menyengat, dan khawatir menyebabkan gatal.

“Dulumah air sungai ini bening, sekarang jadi putih, initeh dari limbah telur,”pungkas seorang Ibu Ibu, Komo tahun ayenamah jigana moal bisa kapake pisan, dan ikan pun sudah tidak ada disini,” sambung seorang bapa bapa.

Seorang pemuda pun ikut berbicara, dirinya mengatakan,” wah iyeumah sampe kapaseban oge, pan Abi orang Paseban ( wah ini sampai Wilayah Paseban ),”pungkasnya.

Mereka saling sahut satu sama lain saat ditanya awak media, dan seorang ibu ibu, mengatakan bahwa pabrik tersebut bukan berdiri di Ke Rt’an ini jadi ga ada konfensasi apapun,”keluhnya.

Seorang Warga lainnya yang tidak ingin di sebutkan namanya, menegaskan, bahwa para warga inginkan sumber air bersih, mengingat air Pam tidak selalu mengalir.

“Sebelum ada pabrik air sungai itu jernih, tapi ayenamah ngabeuleugedre ( tetapi sekarang kotor ) sedangkan air Pam tidak selalu mengalir, jadi kami inginkan air sungai bersih agar dapat digunakan dengan maksimal seperti dulu lagi,”ujarnya.

Baca Juga  Gara-gara Anaknya Disetubuhi Seorang Ayah Pukul Paranormal Hingga Tewas

Selain itu, lanjutnya, para pemuda dan sudah pernah datang keperusahaan tersebut, untuk meminta sumber air bersih namun sampai saat ini belum ada tanggapan.

“Pabrik itu pertah sama pemuda didatangin kesana namun tidak ada jawaban sampai saat ini, harapan saya dan para warga inginkan sumber air bersih karena Pam tidak selalu mengalir dan tentunya air sungai pun harus bersih,”harapnya.

Mengetahui hal itu, awak media mencoba menelusuri air limbah yang di ceritakan warga, namun benar saja, air yang keluar dari pabrik tersebut berwarna putih, berbusa dan bau amis.

Kamipun mencoba mengkonfirmasi pihak perusahaan, melalui Mandornya, Dudi, mengatakan, bahwa tidak lama ini Dinas lingkungan hidup sudah meninjau perusahaan tersebut, dan mengatakan bahwa perusahaan tempat ia bekerja itu aman.

“Terkait limbah sudah Clear, Pihak Dinas Lingkungan Hidup sudah kesini dan tidak ada catatan apapun atau masukan apapun, pihak LH kesini bersama satgas Citarum dan ini sudah Clear, namun lebih jelasnya saya tidak terlalu mengetahui hal apa saja karena bukan saya yang berkomunikasi dengan pihak lingkungan hidup,” kata Mandor perusahan.

Sementara pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur, melalui, Kepala Seksi Pengendalian Kerusakan Lingkungan, Meidy Prasetyadi, mengatakan, bahwa perusahaan tersebut menurut dokumen/pemberkasannya telah berijin namun hanya perlu pembuatan limbah domestiknya saja.

Disinggung terkait limbah yang diduga mencemari sungai dan dikeluhkan Warga, Meidy mengatakan bahwa, dirinya hanya melihat dari isi dokumen dan perusahaan tersebut tidak menghasilkan limbah dari industri, hanya saja dirinya mengatakan bahwa perusahaan tersebut harus membuat IPAL Domestiknya saja.

” Ya kedepannya rencananya mau ada peninjauan, kan kemarin juga direncanakan mau ninjau jadi kemarin itu, pengen lihat dulu perijinannya, kan kalo misalkan perijinannya ada berarti pedoman patokannya di dokumen ijin lingkungan, PPLH, nah kalo misalkan tidak ada itu jelas melanggar secara perijinan, nah ketika misalkan dokumennya lengkap apalagi ada keluhan dari Masyarakat ya paling nanti kita kesana,”katanya saat di konfirmasi melalui sambungan whatsap.

Baca Juga  Pamanukan Pantura Subang Terendam Banjir

Sambung Meidy,” Kami kemarin tidak melihat langsung IPAl nya karena perijinannya tidak bisa memperlihatkan jadi saya lihat dulu dari segi perijinannya dulu, karena saya kelapangan berpedoman dengan dokumen perijinan yang ada,”tandasnya.

Meidy menambahkan, bahwa pernyataan pihak perusahaan yang mengatakan bahwa perusahaan itu aman belum dapat dipastikan, mengingat apa yang dikeluhkan warga harus melewati uji Lab terlebih dahulu.

“Sebetulnya aman tidaknya belum sih karena pada saat itu saya tidak menyatakan aman, karena pada saat itu saya hanya melihat dokumen perijinannya saja dulu belum melihat kelapangan, dan tetap itu juga harus melalui uji laboratorium terlebih dahulu walaupun misalkan berwarna, misalkan tadi disebutkan putih kami tidak bisa menyebutkan bahwa itu baik atau tidaknya sebelum melewati hasil lab terlebih dahulu,”tutup Meidy. (Tim Cianjur)

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
2
+1
+1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here