Aliansi BEM Sukabumi Ajukan 8 Tuntutan ke Pemkot Sukabumi Soroti Buruh dan Pendidikan

0

SUKABUMI. FOKUSPRIANGAN.ID – Massa mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sukabumi atau ABSI melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota dan Gedung DPRD, Selasa, (4/5/21).

Korlap aksi, Alvi Hadi Saputra mengatakan, ada delapan tuntutan yang disampaikan kepada Pemkot Sukabumi P
dan DPRD Kota Sukabumi dalam aksi unjuk rasa tersebut.

Pertama, kata Alvi, ABSI menuntut Pemkot dan Pemkab Sukabumi menjamin keselamatan kerja dengan standar pandemi Covid-19 bagi para buruh di semua sektor kerja. Baik bagi buruh pabrik, buruh kesehatan, dan buruh-buruh non formal lainnya.
“Kedua, menagih janji DPRD Kota Sukabumi untuk menolak UU Cipta Kerja beserta seluruh aturan turunannya karena merugikan pekerja dan rakyat indonesia,” kata Alvi kepada wartawan.

Ketiga, lanjutnya, menuntut Pemkot dan Pemkab Sukabumi untuk menjamin kesejahteraan hidup guru honorer di semua tingkatan (SD, SMP, SMA dan madrasah).

Keempat, menuntut Pemkot dan Pemkab Sukabumi untuk segera melunasi hak-hak guru honorer madrasah yang masih mengalami tunggakan. “Kelima, menuntut pendidikan gratis bagimahasiswa dan pelajar selama masa pandemi karena proses pembelajaran dilaksanakan secara daring tidaklah efektif dan menekan psikologis mahasiswa dan pelajar,” tegasnya.

Keenam, ucap Alvi, menuntut agar bantuan kuota internet kepada mahasiswa segera dihentikkan dan dialihkan kepada bantuan pembelajaran daring permanen bagi mahasiswa dan siswa yang ada di pedesaan.

Ketujuh, dia mengatakan, mengevaluasi total program kampus mengajar karena menghamburkan anggaran yang seharusnya bisa digunakan untuk mensejahterakan guru honorer dan memeratakan sarana pendidikan di daerah terpencil.
“Terakhir, mengutuk dengan sangat keras represifitas dan tindak kekerasan aparatur negara dalam hal ini kepolisian negara republik indonesia saat menangani massa aksi GEBRAK di Jakarta kepada mahasiswa, buruh, tani dan rakyat indonesia,” ujarnya.

Menurut Alvi, Negara harus hadir menjadi pelindung rakyatnya sendiri.”Negara tidak boleh berbisnis dengan rakyatnya sendiri. Ini adalah suara hati rakyat jelata yang bersolidaritas dengan kami sebagai wujud persatuan nasional dalam meraih cita-cita nasional dalam semua bidang,” tandas Alvi. ( Rusdi )

Baca Juga  Edison Sitorus Angkat Bicara : Isro Tidak Dewasa Berpolitik Dan Baperan
Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here