Acara Bukber di Kantor Desa Sukamulya Berubah Menjadi Ricuh

0

SUKABUMI. FOKUSPRIANGAN.ID – Acara buka bersama ( Bukber) yang diadakan di Kantor Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (24/4/21), berubah menjadi ricuh. Pasalnya, acara yang awalnya lancar berubah ketika salah seorang warga menanyakan soal proyek yang sedang digarap di wilayah mereka. Pertanyaan tersebut membuat Kepala Desa Sukamulya, Dudun Ibrahim terpancing emosinya dan menggebrak meja, sehingga warga pun ikut tersulut emosi dan marah, lantas berupaya mendekati Dudun.

Aksi tersebut langsung diamankan oleh aparat keamanan dan aparat desa.
Berdasarkan informasi, acara yang mengundang sebanyak 100 orang warga setempat itu menjadi kacau, terjadi aksi saling dorong hingga kaca jendela kantor desa pecah.

Kepala Desa Sukamulya Dudun Ibrahim mengatakan, rangkaian acara tersebut diisi seperti tausiyah, buka bersama dan salat magrib berjamaah. “Dalam rangka buka puasa, saya buka surat undangan 100 orang, yang diundang adalah, BPD, LPM para ketua RW, tokoh alim ulama, karang taruna dan Bumdes. Tiba-tiba ada oknum warga tanpa undangan, (tuntutannya apa) enggak tahu saya juga, yang dituntut masalah pembangunan kan belum ada pembangunan,” kata Dudun kepada wartawan.

Dudun menyesalkan terjadinya kericuhan tersebut, seharusnya menurut Dudun acara yang digelar Sabtu sore itu hanya sebatas acara bukber. Ada pun persoalan proyek, akan diumumkan secara terbuka di kegiatan lainnya. “Itu masalahnya kalau toh masyarakat hanya memberitahukan diundang, sebagai tokoh-tokoh dulu sebelum masyarakat. Nanti pihak proyek akan melaksanakan kegiatan maka diumumkan dulu diundang tokoh masyarakat dulu, kita kan lembaga kaitan nanti siapa saja yang kena nanti garapannya harus dipatok dulu mana yang garapan dipatok dulu baru perencanaan,” ungkapnya.

Dudun mengatakan, mau segera dilaksanakan harus penataan dulu enggak langsung terburu-buru enggak. “Persiapan itu, hanya mereka sampai meributkan sampai memecahkan kaca tolonglah dijaga jangan sampai begitu, kita tujuan buka puasa Pak. Oleh ustaz, MUI, BPD tiba-tiba ada yang menanyakan pembangunan, kata saya nanti saja setelah sesi yang lain. Negara kita negara hukum loh kalau ada apa-apa yang dibomingkan oleh mereka masa pemerintah kalah, pemerintah yang tangani nanti,” ucapnya.

Baca Juga  MPC Pemuda Pancasila Kab.Tasikmalaya Gelar Pertemuan Rutin Bulanan

Dudun mengaku sempat emosi hingga menggebrak meja, terlebih yang menanyakan soal proyek tersebut adalah mereka yang tidak diundang dalam kegiatan tersebut. “Saya memukul meja, karena dia tidak diundang, membicarakan pembangunan kan bukan ranah tanya jawab di situ. Maka saya tolong nanti ada besok lagi, lusa kan nanti kita terbuka di situ. Dia ngotot terus ini mantan kades yang dulu, harapan saya kondusif, tidak ada oknum tidak ada yang menumpangi,” tandas Dudun.

Sementara itu, Ade Rosidin salah seorang warga yang berada di lokasi menyebut kedatangan sejumlah warga hanya ingin adanya keadilan terkait rencana pembangunan proyek tersebut. Ade menilai, kades tidak bisa mengakomodir harapan warganya. “Tuntutan kami warga terdampak ingin keadilan. Simpel sebenarnya kami minta proyek itu dibagi dua dengan lingkungan kami di sana (ada) empat lingkungan. Tapi ternyata waktu itu sudah dimediasi oleh kepala desa di desa dibagi dua, tapi tiba-tiba warga masyarakat diadakan (kesepakatan) lagi yang menggiring itu anaknya (kades) namanya (inisial) A. Kan jadi indikasi di situ jadi tanda tanya kok anaknya aja yang bisa usaha di sana, masyarakat tidak diakomodir,” katanya.

Harapan Ade, pihak desa menampung aspirasi warga. “Kalau ada pekerjaan tolonglah dibagi karena kami juga warga masyarakat jadi ada perusahaan di sini harus bisa menikmati jangan hanya dampaknya saja,” ujar Ade. ( Rusdi )

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here