Waspada DBD di Musim Pancaroba, Ini Himbauan Kapus Kademangan Kepada Warga Kecamatan Mande

0

KAB. CIANJUR. FOKUSPRIANGAN.ID – Kepala Puskesmas Kademangan, E Hanny Windyalaras, saat di jumpai di ruang kerjanya, tepatnya di Puskesmas Kademangan, Desa Kademangan, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis, (15/04/21), menghimbau kepada warga Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas kademanagan Mande, agar selalu waspada dengan penyakit Demam Berdarah Dengue ( DBD).

DBD merupakan Penyakit kategori berbahaya yang tidak menular antar manusia, namun ditularkan melalui nyamuk yang membawa Virus tersebut.

“Meskipun saat ini dalam keadaan wabah Covid-19, tetapi DBD di musim pancaroba selalu terjadi, jadi kita harus benar benar memperhatikan lingkungan kita, terutama di penampungan penampungan air di lingkungan rumah kita, karena DBD juga salah satu wabah penyakit yang dapat menyebabkan kematian juga,” kata E Hanny.

Lanjut Hanny,” Tercatat di tahun 2021 dari awal Januari sampai sekarang sudah tercatat ada Enam orang yang terjangkit DBD tetapi alhamdulilah tidak ada yang meninggal,”ucapnya.

Pihak nya pun sudah mengadakan program satu kader satu Jumantik, kader tersebut merupakan anggota keluarga, yang bertugas memantau genangan air di rumahnya. Kendati demikian dirinya mengingatkan kepada kita agar selalu memantau dan membersihkan genangan genangan Air yang ada di lingkungan rumah.

“Jentik nyamuk yang menularkan DBD bisa hidup dalam air yang bersih, maka dari itu anggota keluarga harus lebih meningkatkan kewaspadaan agar tidak terjangkit DBD,”tandasnya.

Selain memberi himbauan tentang DBD, Kampus Kademangan, E Hani juga mengingatkan kembali kepada warga di wilayah kesehatan puskesmas Kademangan, bahwa pelayanan di Puskesmas yang ia pimpin buka sampai jam 10 pagi.

“Semenjak pandemi kami hanya melayani pasien sampai pukul 10 pagi saja, jadi bagi yang memiliki BPJS dan faskes pertamanya di sini, dan akan berobat atau meminta rujukan bisa datang lebih awal, kecuali yang penyakitnya Urgen, bisa langsung ke Rumah sakit,”pesannya.

Baca Juga  Tak Dapat Bantuan Rutilahu, Pemdes Pawindan Bedah 7 Rumah Warganya Dari Anggaran Dana Desa

Dirinya menambahkan, jika pelayanan IGD nya pun sudah tidak melayani sampai 24 jam, dikatakannya karena pasien jarang ada yang berobat di malam hari, maka sesuai permintaan yang disetujui kita sudah tidak melayani 24 jam, dan warga bisa berobat ke Puskesmas Mande yang ada di Jamali. (Andri.S)

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here