Diduga Ada Kegaduhan di Pemilihan Kadus Desa Pamokolan Kecamatan Cihaurbeuti Kab. Ciamis

0

KAB. CIAMIS. FOKUSPRIANGAN.ID – Pemilihan kepala dusun (Kadus) di desa Pamokolan Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis, yang di laksanakan di desa tersebut menuai polemik di sekitar desa Pamokolan, karena diduga kurang transparansi dari tim seleksi.

Untuk mengikuti testing pemilihan calon Kadus tersebut melalui testing dan wajib memiliki syarat dan ketenteuan yang mana telah di atur oleh Perbup No 11 tahun 2017 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat Desa. Dalam pemilihan Kepala dusun tersebut diikuti oleh dua calon yakni Soni Nugraha dan Indra koswara.

Indra salah satu calon saat di komfirmasi oleh fokuspriangan.id di rumahnya, Sabtu (10/04/21), Ia mengatakan mengenai syarat administrasi, legalisasi legalisur basah sudah beres. “Sekalipun saya punya waktu cuma 3 hari, karena sebelumnya saya tidak dulu untuk mencalonkan, tetapi Alhamdulilah dengan susah bisa payah terkejar. Karena ada bahasa kalau 3 hari belum beres maka di anggap gugur,” katanya.

Lanjut Indra, adanya kekalahan tes tersebut.” Saya kecewa terhadap panitia Desa juga pengawas pihak dari kecamatan. Kecewa dalam artian kecewa ketidak ada nya ketransparan dalam segi penilaian yang tidak di umumkan secara langsung oleh pihak panitia desa baik kecamatan,”ujarnya.

Sementara Soni calon Kadus yang memenangkan pemilihan Kadus di Desa Pamokolan, menyampaikan kalau dirinya secara testing menang. ” Ya secara testing saya menang, mengenai persyaratan legalisasi, keabsahan legalisir basah saya melegalisir 6-7 bulan ke belakang,” ujar Soni.

Kalau toh ini jadi kendala, ucapnya, kok kenapa pihak panitia desa baik pengawas Kecamatan, sebelumnya kenapa tidak memverifikasi dulu dan tidak memberi arahan.

Hasil penelusuran awak media menjumpai asal sekolah Soni terakhir. Menurut Kepala Tu Dadi membenarkan bahwa itu foto copy bukan legalisir basah.

Baca Juga  Keren..,Keluarga Besar Katar Se-Kec.Citangkil Gelar Aksi Kemanusiaan

Ditempat yang lain Yogi selaku panitia Fasilitator Desa, mengatakan, dalam pelaksanaan testing kenapa para peserta tidak memeriksa dulu laptop nya masing masing dan di kosongkan terlebih dahulu. Yogi juga mengakui menyampaikan.” Saya akui itu kesalahan saya karena tidak terpikirkan akan menjadi gaduh,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Yadi Kusmayadi sebagai tim tekhnis atau pengawas testing kecamatan, mengatakan tentang administrasi 2. “Tidak sembarangan administrasi 2 bisa di perlihatkan disini karena ada etika, saya harus lapor dulu ke pak Camat,” ucapnya.

Selang 5 menit, Ia menunjukan berkas 2 calon yang dimana ada dugaan salah satu calon kurang memenuhi syarat.

Ketika di tanya adanya dugaan ke tidak absahan, Ia mengatakan itu sudah agak lama sekitar 6 bulanan.

Sementara menurut ARA salah satu jajaran ormas Pemuda Pancasila, angkat angkat bicara. “Kami merasa prihatin juga ironis dimana birokrasi sudah tak adil dan mencederai demokrasi, diduga dengan adanya keberpihakan ke salah satu calon, juga diduga adanya permainan masif dan terkoordinir sehingga akan menjadi budaya jelek, maka selalu akan terjadi pembodohan terus terhadap masyakat yang tidak paham,” katanya.

Pihaknya memohon agar dinas terkait baik pemerintah kabupaten Ciamis untuk segera turun dan memonitoring adanya hal tersebut di atas. “Kami mohon secara khusus kepada Pemkab Ciamis segera turun dan memonitoring adanya hal tersebut,” tandasnya.

Sampai berita ini di turunkan Kepala Desa Pamokolan Aon belum bisa di konfirmasi karena sakit. (Hendra. B)

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here