Di Duga Seusai Jalani Vaksinasi Dosis Kedua, Seorang Pelayan Publik Mengalami Gangguan Saraf. Ini Keterangan Kapus Mande

0

KAB. CIANJUR. FOKUSPRIANGAN.ID – Seorang pelayan publik di wilayah Desa Mulyasari, Kecamatan Mande, kabupaten Cianjur Jawa Barat, di duga tiba tiba mengalami gangguan saraf ringan seusai di Vaksin dosis kedua, pada Sabtu, 20 Maret 2021 lalu.

Pelayan publik Ny L mengaku entah apa penyebabnya sehingga dirinya mengalami sakit mendadak, padahal awal mula sebelum di Vaksin dirinya mengaku baik baik saja dan sehat.

“Hasil pemeriksaan sebelum di Vaksinasi, saya sehat, namun saya juga heran kenapa bisa seperti ini, saya tidak tahu menahu entah pengaruh dari Vaksinasi atau faktor yang lain dan saya pun tidak menyalahkan pihak manapun dan tidak menyatakan kalo ini karena di vaksin, tetapi yang saya alami sebelum di Vaksin saya sehat dan setelah di Vaksinasi saya menjadi seperti ini.” Ucapnya pada wartawan.

Ny L, mengaku, bahwa dirinya tidak langsung memberitahukan apa yang telah di alaminya kepada pihak Puskesmas namun dirinya mengira hanya efek biasa.

“Saya menyesal pas kejadian tidak langsung mengadukan apa yang saya rasakan, namun saya mulai merasakan pada saat saya dan rekan saya membeli bakso namun pada saat hendak makan saya merasa kaku, ” Katanya.

Hari Sabtu saya di Vaksin, lanjut L, karena merasakan perbedaan pada diri saya, kemudian saya memeriksakan diri saya ke bidan Desa terlebih dahulu, namun pihak bidan setempat merujuknya ke puskesmas, dan hari Senin saya ke puskesmas dan selanjutnya saya di bawa ke Rumah Sakit Daerah Cianjur, dan kini saya sedang melanjutkan berobat jalan dengan biaya sendiri,” Paparnya.

Kata Dokter Saraf, Lanjut L, ” Kondisi saya lagi lemah saat di Vaksin dosis kedua, namun Alhamdulilah, kini kondisi saya sudah mulai membaik, setelah menjalani terapi, dan pihak Desa setempat pun, sering kesini juga memberi bantuan biaya untuk berobat, “katanya.

Baca Juga  Lingkungan Kelurahan Ciherang Tasikmalaya, Adakan Pengembangan Bank Sampah

Sementara Kepala Puskesmas Mande, Euis Ratna Juita, saat di Konfirmasi, di tempat tugasnya, Kamis, (01/04/21), mengatakan, bahwa Ny L pada saat hendak di Vaksin kondisinya layak untuk di Vaksin.

“Hari Sabtu, tanggal 20 Maret 2021, di lakukan screening Vaksinasi Covid-19, T= 120/89 Suhu = 36,5 °C, riwayat penyakit penyerta tidak ada. Riwayat sakit hari itu tidak ada. Dan layak untuk divaksin Covid-19.

Dilakukan observasi 30 menit setelah vaksinasi. Tidak ada keluhan. Kemudian pulang.” Satu hari kemudian pada hari Minggu 21 Maret 2021 merasa kaku di wajah.

“Hari Senin, Tgl. 22 Maret 2021, datang berobat rawat Jalan ke PKM Mande.
Dokter Puskesmas menyatakan kalau ini bukan karena efek Vaksinasi Covid-19. Kemudian diberikan obat simptomatik dan diberikan rujukan untuk ke Poli Syaraf RSUD Cianjur.”ucapnya.

Hari Selasa, 23 Maret 2021, Ny L, diantar petugas Korim ke RSUD Cianjur, Konsul ke Dokter spesialis Syaraf.
Dan menyatakan kalau ini peradangan syaraf wajah Diagnosa Bell’s Palsy.
Bukan pengaruh dari Vaksinasi Covid-19. Pasen telah menyadari hal tersebut kalo ini bukan karena pengaruh Vaksinasi Covid-19.

(OS datang ke Poli Syaraf menggunakan ambulan di antar petugas. BPJS mandiri 2 tahun tidak aktif. Jadi daftar dengan bayar umum).” Ungkap Kepala Puskesmas Mande pada keterangan tertulisnya. (Andri/Pey)

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here