Pemkot Bogor Kehilangan Pendapatan Selama Pandemi Covid-19

0

BOGOR. FOKUSPRIANGAN.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan penyesuaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor. Di Tahun ini, PAD Kota Bogor ditargetkan sebesar Rp 966,9 miliar. Angka itu turun dari tahun sebelumnya mencapai Rp 1,83 triliun.

Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor, Lia Kania Dewi mengatakan, tahun 2021 ini, Pemkot Bogor menargetkan PAD kurang dari Rp 1 triliun.

Menurutnya, target PAD tersebut merupakan hasil perhitungan potensi di tengah masa pandemi Covid-19. Oleh karena itu pada 2021, target PAD belum menyentuh di angka satu triliun. “Target (PAD) tentunya hasil penyesuaian sesudah adanya Covid-19. Jika sebelumnya, PAD tahun 2020 target awal itu Rp 1,83 triliun, tapi ada penyesuaian pada saat refocusing, kemudian di APBD Perubahan. Jadi target (PAD) di tahun 2021 tetap ada penyesuaian,” kata Lia kepada wartawan, Selasa (30/3/21).

Dikatakannya, untuk PAD dari sumber penerimaan pajak daerah pada tahun ini sebesar Rp 651 miliar. Bapenda optimis dengan target tersebut di tengah kondisi saat ini, akan tercapai setelah melihat proyeksi laju pertumbuhan ekonomi nasional membaik sebesar 5 persen pada tahun ini. “Ini artinya memberikan harapan bahwa ekonomi akan tumbuh yang tentunya dibarengi dengan selesainya vaksinasi,” katanya.

Dari sembilan sektor pajak daerah, Lia melihat capaian dari BPHTB pada Januari sampai Maret 2021 tidak begitu berpengaruh signifikan. “Ini menggambarkan mungkin bagi masyarakat kelas atas pada 2020 masih menunggu perkembangan selanjutnya. Tetapi pada 2021 mereka mulai membelanjakan uang untuk membeli rumah, misalnya,” ujarnya.

Begitu juga pada sektor PBB. Pemkot Bogor mengeluarkan kebijakan relaksasi dengan memberikan diskon kepada wajib pajak sejak Februari sebesar 15%, pada Maret 10 persen dan saat ini sebesar 5%.
“Antusiasme masyarakat untuk memanfaatkan saat diskon cukup baik membayarkan PPB lebih awal,” terangnya.

Baca Juga  Pemdes Bobojong Bagikan Nasi Kotak/Hidangan Buka Puasa Dan Masker Pada Warga

Namun Lia mengakui untuk capaian dari sektor pajak hiburan dan hotel masih rendah. Kondisi itu terlihat capaian pada Februari dan Maret, jika dibandingkan dengan 2020 pada periode yang sama. “PBHTB dan PBB ini diharapkan bisa menutup defisit dari sisi pajak hiburan dan hotel. Untuk restoran turun tapi tidak signifikan,” tandasnya.
( Arip Rahman )

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here