Pedagang Air Isi Ulang di Duga Menjadi Korban Pungli Oleh Oknum Karang Taruna

0

KAB. CIANJUR. FOKUSPRIANGAN.ID – Pedagang isi ulang air mineral, di kampung Citampele Desa Mentengsari, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jum’at, (20/03/21), mengaku merasa keberatan dengan pungutan oknum yang mengaku karangtaruna.

Tidak tanggung tanggung, pungutan yang di minta oknum mengaku Karang Taruna di Desa tersebut, Sebesar 800 ribu/bulan. Angka yang cukup besar bagi seorang penjual air isi ulang, apa lagi di masa pandemi seperti ini.

Dugaan pungutan itu di perkuat dengan adanya sebuah surat berkop Karang Taruna Bhineka Kedusunan Wilayah IV kampung Citampele, Desa Mentengsari dengan nomor surat: 003/KTB.04/IX/2020 yang intinya meminta pemasukan uang sebesar 800 ribu rupiah perbulan atas usaha pribadinya untuk kemajuan organisasi Karang Taruna. Jika tidak sanggup maka ia atas nama karang Taruna akan mengambil alih usahanya tersebut.

Surat tersebut ditandatangani oleh berinisial AS (Ketua Karang Taruna) Bhineka, dengan tembusan kepada Kepala Desa Mentengsari.

Pedagang Air isi ulang, Us saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya telah melakukan pembayaran selama 3 bulan dengan Total 2400.000 rupiah lengkap dengan kwitansi pembayarannya.

Ia merasa keberatan karena tindakan ini dirasa tidak adil dan tidak berdasar.

“Jika memang saya harus iuran untuk karang taruna tak mengapa asal jumlahmya wajar dan ada dasar hukumnya. Kenapa hanya saya yang dipungut sedangkan pelaku usaha itu tidak, kok hanya saya, kok yang lain tidak,” utur US.

Sementara Kepala Desa Mentengsari Somantri, SH saat dimintai tanggapannya mengenai surat tersebut membantah dan tidak tahu menau, bahkan dirinya geram setelah mengetahui isi surat yang tertulis bahwa surat tersebut sesuai arahanya dan ada tembusan kepada dirinya.

Namun setelah dicek kebenarannya ternyata surat tersebut tidak ada tembusan di kantor Desa Mentengsari.

Baca Juga  Menjelang Masa Tenang Pilbub, Ini Kata Ketua Panita Panwascam Mande

“Jika memang pemerintah Desa Mentengsari memungut retribusi dari pengusaha pasti secara resmi dengan dasar hukum berupa perdes atau Kepdes dan akan dikelola langsung oleh pemerintah Desa bukan oleh Karang Taruna, ” Ujar Kepala Desa Mentengsari.

Ia berjanji akan segera menyelesaikan masalah ini dan secepatnya akan memanggil oknum tersebut untuk dimintai pertanggungjawabannya. (TIM)

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
2
+1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here