Olahraga Gateball Disosialisasikan di Kota Tasikmalaya Dihadiri Plt Walikota

0

KOTA TASIK, FOKUSPRIANGAN.ID – Bertempat di halaman Balekota Tasikmalaya, telah di laksanakan kegiatan sosialisasi Olahraga Gateball gelaran Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Tasikmalaya, Jum’at (19/03/2021).

Kegiatan sosialisasil olahraga Gateball ini dihadiri oleh Pelaksana Tugas Walikota Tasikmalaya Drs H Muhammad Yusuf, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Drs H Ivan Dicksan Hasannudin, M.Si, unsur Forkopimda Kota Tasikmalaya, Ketua Kormi Kota Tasikmalaya, Ketua Koni Kota Tasikmalaya, serta tamu undangan lainnya.

Ketua Komite Olarraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Kota Tasikmalaya Rahmat Kurnia menyampaikan bahwa olahraga di Indonesia ada 3 kategori yaitu Olahraga Pendidikan yang dikenal dengan O2SN, Olahraga prestasi yang merupakan tanggung jawab dari KONI dan olahraga masyarakat Indonesia yang merupakan tanggung jawab dari Kormi

Kormi di Kota Tasikmalaya baru dilantik dan di kukuhkan pada tanggal 28 Desember 2018. Awalnya hanya ada 7 Perkumpulan Olahraga, namun sekarang Alhamdulillah kalau Pergatsi masuk ke Kormi menjadi 21 perkumpulan olahraga rekreasi masyarakat Indonesia.

“Gateball merupakan olahraga yang sudah lama di Indonesia, untuk di Kota Tasikmalaya belum di kenal, oleh karenanya pada kesempatan ini kami memperkenalkan olahraga Gateball,” ujarnya

Pelaksana Tugas Walikota Tasikmalaya Drs H Muhammad Yusuf mengatakan dalam sambutannya dulu Kormi itu bersatu dengan KONI, sekarang terpisah menjadi lembaga sendiri. Kormi dijadikan kegiatan Olahraga Rekreasi Masyarakat.

“Olahraga Gateball di Kota Tasikmalaya ini tergolong baru, masyarakat pun belum banyak mengetahuinya. Mudah-mudahan alat gateball ini terhitung murah dibandingkan dengan alat panahan yang terhitung mahal. Gateball ini pun diharapkan dapat menjadi olahraga rekreasi dan olahraga prestasi ke depannya. Yang bisa menghasilkan satu prestasi yang baik, untuk nama daerah atau nama baik Provinsi. Karena dalam olahraga itu jangan melihat dari aspek prestasi saja, kebanyakan orang hanya prestasi saja tapi prestise daerahnya terkadang di tinggalkan, sehingga dia punya nama tetapi dia tidak memperlihatkan daerahnya sendiri sehingga dengan mudahnya Atlet tersebut di beli dan diambil oleh daerah lain. Karena dia tidak merasa memiliki daerahnya,” tandasnya. (H Amir)

Baca Juga  Komisariat PMII STISIP Tasikmalaya di Bulan Ramadhan Diisi Dengan Kegiatan Baksos Penyemprotan Disinfektan Ke Rumah Warga
Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here