Rian Sang Pembunuh Berantai di Bogor Mengaku Pembenci Perempuan dan Pengguna Narkotika

0

BOGOR. FOKUSPRIANGAN.ID – Pelaku pembunuhan berantai Rian (21) yang menewakan Diska (17 ) siswi SMA di Kota Bogor yang mayatnya dibungkus kantong plastik hitam di Jalan Cilebut Bogor dan Elya (21) seorang janda beranak satu, yang mayatnya ditemukan di area Makam Kramat Mbah Arya di Pasir Angin Megamendung, Bogor.

Pria bernama lengkap Muhamad Rian alias MRI merupakan pelaku dari pembunuhan dua wanita tersebut.

Rian sendiri berhasil diringkus polisi di tempat persembunyiannya di wilayah Depok pada Rabu (10/3/2021).

Pengungkapan kasus ini berhasil diungkap oleh tim gabungan dari Reserse Polresta Bogor Kota dibantu oleh Direktorat Reskrimum Polda Jawa Barat.

Untuk mengenal sosok Rian lebih dekat, berikut sejumlah fakta-fakta dari pembunuh berantai asal Bogor itu.
Dari hasil pengungkapan tersebut, polisi mengungkap sosok tersangka adalah seorang pedagang. Sehari-harinya Rian menjalani rutinitas menjual berbagai barang dagangan melalui online.

Mulai dari barang elektronik hingga perlengkapan handphone dan barang fashion lainnya. “Iya pekerjaan dari pelaku ini adalah jual beli online, iya jual beli online,” kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.

Meski demikian pihaknya tidak merinci platform apa yang digunakan rian untuk jual beli online. Pencarian pelaku pembunuhan dua perempuan di Bogor ini pun sempat menyulitkan pihak kepolisian.

Pasalnya dari data yang dimiliki polisi, keberadaan Rian berpindah-pindah tempat.
Bahkan polisi sampai mencari ke wilayah Indramayu, Cirebon dan wilayah Jakarta.
“Pelaku MRI ditangkap di Depok setelah tim melakukan berbagai observasi di berbagai lokasi Jakarta Selatan sampai di Indramayu juga di daerah tempat-tempat lain yang kita duga sebagai persembunyian dari pada pelaku tersebut,” ujarnya Susatyo.

Dari hasil pengungkapan dan pengembangan polisi mendapati bahwa saat ditangkap Rian sang pembunuh serial killer merupakan pecandu narkotika.
“Iya hasil tes urine ternyata yang bersangkutan tersangka juga positif narkotika,” ujar Susatyo.

Baca Juga  Paksa Anak Kandung Berhubungan Badan, Pria Ini Mengaku Khilaf

Susatyo mengatakan, bahwa pelaku dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman mati. “Kami menerapkan pasal berlapis baik itu dengan menggunakan pasal undang undang perlindungan anak karena korban masih berusia 17 tahun kemudian kami lapis dengan pembunuhan berencana kami juga melapis dengan pembunuhan biasa dengan ancaman hukuman mati atau serendahnya 15 tahun penjajara,” ujarnya.

Susatyo mengatakan, dalam menjalankan aksi jahatnya pelaku memanfaatkan media sosial untuk merayu korbannya.
Dengan mengiming-imingi inbalan uang MRI merayu oara korbanya untuk diajak bertemu. “Modusnya sama yairu berkenalan melalui media sosial kemudian mereka berjumpa dengan iming iming uang dan sebagainya diajak jalan jalan ke daerah puncak kemudian sampai dipuncak selesai berkencan kemudian dihabisi nyawanya dengan mencekik ini sesuai dengan hasil otopsi,” ujarnya saat rilis di Mako Polresta Bogor Kota, Sabtu (13/3/21).

Dalam menjalankan aksinya pelaku memang sengaja memilih perempuan yang masih berusia muda. Tersangka MRI (21) pelaku pembunuhan 2 perempuan muda di Bogor menunjukan wajah tenang saat digiring petugas di Mapolres Bogor, Kamis (11/3/2021). “Jadi dari dua ini motifnya masih sama supaya bisa berkencaan dan juga menikmati korbannya kemudian melakukan pembunuhan dengan sasarannya perempuan maka sasarannya adalah yang mudah dia kuasai,” ujarnya.

Setelah membunuh korbannya pelaku pun mengambil barang berharga milik korban.
Dari tangan pelaku polisi mengamankan barangbukti handphone dan uang hasil penjualan handphone serta kalung emas milik korban.

Dengan ekspresi tenang, Rian menyebut bahwa kebenciannya terhadap perempuanlah yang membuat ia nekat membunuh.
Rian pun kini dijerat dengan pasal berlapis, mulai dari Undang-undang Perlindungan Anak, Pasal 340 tentang pembunuhan berencana, dan Pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman mati. ( Arip Rahman )

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here