Paksa Anak Kandung Berhubungan Badan, Pria Ini Mengaku Khilaf

0

KOTA. BANJAR. FOKUSPRIANGAN.ID – Pelaku kekerasan seksual dalam lingkup rumah tangga berhasil dibekuk oleh Sat Reskrim Polres Banjar.

Jajaran Reserse Kepolisian Polres Banjar, meringkus G (70) di rumahnya, di daerah Pataruman.

Mirisnya, tersangka G (70) melakukan kekerasan seksual terhadap anak kandungnya sendiri.

Saat dimintai keterangan, tersangka (G) berdalih, kelakuan bejatnya ini karena khilaf.

“Saya tidak tahu kenapa bisa begitu, saya khilaf. Saya memaksa anak saya untuk melayani saya bisa 2 sampai 3 kali sehari. Tapi setelah ini saya sangat menyesalinya,” ujarnya seraya tertunduk malu.

Aksi bejat ayah kandung ini terungkap bermula dari laporan tetangga korban yang mendengar Mawar (nama samaran- red) mengeluhkan sakit pada bagian payudara.

Hal tersebut lama kelamaan terdengar oleh ibu kandung Mawar. Kemudian, ia melaporkan kejadian ini ke salah satu tokoh masyarakat untuk kemudian dilaporkan ke Polres Banjar.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Banjar, AKBP Melda Yanny S.IK., M.H., dalam konferensi pers yang digelar di depan ruangan Sat Reskrim Polres Banjar, Jum’at (5/3/21).

“Aksi tersangka (G) dilakukan terhadap Mawar semenjak lulus SMP dengan lama waktu 8 bulan yang lalu dan dilakukanya berulang ulang,” ungkap Kapolres.

Lanjut Kapolres, selain melakukan kekerasan seksual terhadap anak kandungnya. Tersangka (G) juga sering melakukan kekerasan terhadap istrinya.

“Korban seringkali mendapatkan kekerasan dari tersangka (G) ketika menolak akan melakukan hubungan badan. Seperti dipukul dengan tangkat rotan, ditampar, menendang perut sehingga terjatuh,” ucap Kapolres.

Kapolres mengatakan, pada saat akan melakukan aksi bejatnya, selain melakukan kekerasan, tersangka (G) juga mengancam akan membunuh Mawar apabila menolak berhubungan badan.

“Untuk perbuatannya, tersangka diancam hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda 5 milyar, karena telah melanggar UU perlindungan anak pasal 81 tahun 2014,” jelas Kapolres.

Baca Juga  Kapolsek Pulo Ampel - Polres Cilegon Berhasil Amankan Kasus Pencurian Besi

Kapolres menambahkan, pelaku juga dijerat Pasal 46 Jo pasal 8 huruf a Undang-undang Republik Indonesia No.23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman 12 tahun penjara jo 64 ayat (1) KUHPidana.

“Kepada para perempuan harus berani menolak menjadi korban kekerasan dan harus berani juga melaporkan kepada aparatur setempat,” ucap Kapolres. (Abid)

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
1
+1
+1
+1
+1
+1
+1
2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here