Dugaan Kuitansi Palsu Dede Surahman Somasi Kelurahan Sindangrasa

0

KAB.CIAMIS. FOKUSPRIANGAN.ID – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Ciamis memediasikan sengketa Sertifikat Hak Milik Nomor 677 atas nama Kustadi Ali Gopur pada Kamis, (18/2/21).

Bertempat di kantor BPN Kabupaten Ciamis, proses mediasi dipimpin langsung oleh Kepala Kantor BPN Kabupaten Ciamis, Mahpud. A. Ptnh, M.Si., dengan didampingi Kasie Penetapan Hak dan Pendaftaran serta Kasie Survei dan Pemetaan.

Pada kesempatan tersebut hadir juga kedua belah pihak yang bersengketa yaitu, Kustadi Ali Gopur dan pihak para ahli waris Kosim yang didampingi oleh kuasanya, Dede Surahman.

Masing-masing pihak bersengketa mengklaim sebagai pemilik dari tanah yang diperebutkan. Sengketa berawal saat pihak Kustadi Ali Gopur mensertifikatkan tanah tersebut, dimana yang menjadi alas haknya adalah secarik kuitansi yang tersimpan di berkas kantor BPN Ciamis.

Dalam kuitansi tersebut tertulis, Kustadi Ali Gopur sebagai yang membayar dan Kosim sebagai yang menerima pembayaran. Dalam arti lain, Kustadi Ali Gopur sebagai pembeli dan Kosim sebagai penjual dari tanah tersebut. Kuitansi dibuat pada tahun 1996.

Ironisnya, dalam mediasi tersebut, pihak Kustadi Ali Gopur membantah dan tidak merasa membuat kuitansi tersebut.

Pihak Kustadi Ali Gofur beralasan, bahwa ia membeli tanah tersebut bukan dari Kosim melainkan dari Junadi.

Kejanggalan lainnya, pihak Kustadi Ali Gofur mengatakan, pembelian tersebut terjadi bukan pada tahun 1996 melainkan pada tahun 1986.

“Tahun 1996 bapak mengeluarkan duit beli dengan Pak kosim,” tanya pihak BPN kepada Kustadi Ali Gopur dalam mediasi.

Menjawab pertanyaan dari pihak BPN tersebut, Kustadi Ali Gofur menjawab dengan tegas dan meyakinkan, bahwa tidak pernah melakukan jual beli pada tahun tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Dede Surahman selaku kuasa dari pihak ahli waris Kosim, mengatakan, bantahan Kustadi Ali Gopur tersebut menimbulkan pertanyaan.

Baca Juga  Gara Gara Mobil Ditarik Paksa Oleh Oknum DC Massa Yang Tergabung Dalam Brigade Tholiban Gelar Demo

“Lalu siapa yang membuat kuitansi tersebut dengan ada tanda tangan Kosim, yang kemudian diketahui tanda tangan tersebut palsu,” tanya Dede.

Berdasar hal tersebut, Dede berpendapat, adanya dugaan kuat yang membuat kuitansi palsu tersebut adalah pihak Kelurahan Sindangrasa.

“Dugaan tersebut diperkuat dengan adanya pernyataan dari Edah yang turut hadir dalam mediasi mendampingi Kustadi Ali Gopur sebagai suaminya,” ungkapnya, Jumat (26/2/21).

Dede melanjutkan, dalam mediasi tersebut, Edah menyatakan bahwa dialah yang telah menyuruh pihak Kelurahan untuk membuatkan sertifikat.

“Sehingga dengan pernyataan Edah tersebut, besar kemungkinan yang membuat kuitansi palsu adalah pihak kelurahan sebagai suatu syarat pembuatan sertifikat,” jelasnya.

Terhadap dugaan ini, Dede Surahman sebagai pihak yang diberi kuasa oleh pihak ahli waris mengaku telah melayangkan surat somasi kepada pihak Kelurahan Sindangrasa.

Ia mengatakan, surat tersebut telah dikirimkan pada tanggal 22 Februari 2021, yang sampai saat ini belum ada jawaban.

“Saya kasih waktu 10 hari terhitung dari diterimanya surat, apabila dalam waktu 10 hari tidak ada tanggapan, maka saya akan membuat laporan,” tegas Dede.

Dede berpendapat, bahwa pemalsuan kuitansi tersebut termasuk kepada delik biasa/umum bukan delik aduan. Sehingga yang berhak melapor bukan hanya yang dirugikan atau yang dipalsukan tanda tangannya, melainkan siapa saja yang mengetahui terjadinya pemalsuan tersebut.

“Artinya, tanpa pengaduan pun bila terbukti adanya pemalsuan bisa dituntut. Pemalsuan kuitansi tersebut, masuk kepada pemalsuan dokumen dengan ancaman penjara paling lama 6 tahun, sebagaimana dalam KUHP Pasal 263 ayat (1),” tegasnya.

Ketika ditanyakan kepada Dede, siapa nanti yang akan terkena dampak dari kejadian ini. Ia menjawab, “Ya jelas, yang paling bertanggung jawab di kelurahan tersebut. Karena ini menyangkut lembaga bukan personal,” pungkasnya. (Zaenal Abidin).

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here