Kembaliakn Marwah KT Sesuai AD/ART, Jangan Jadikan Untuk Kepentingan Pribadi

0

Reporter: Aan.SGT

CILEGON, FOKUSPRIANGAN, ID – Demisioner ketua Karang Taruna Kelurahan Kebondalem terpilih pada tahun 2017, Noldi angkat bicara terkait adanya kisruh Karang Taruna yang sudah tidak independen dan tidak steril lagi. Jumat (12/2/2021).

Saat wartawan mengkonfirmasi. Noldi mengatakan, pada saat tahun 2017 sempet menjadi Ketua KT Kel Kebondalem di persoalkan karena belum pernah aktif di KT sebelumnya, tapi anehnya di tahun 2018 menyaksikan sendiri ada aktivis buruh yang tiba-tiba menjadi ketua KT Kec Purwakarta.

“Di tahun 2020 juga saya menyaksikan dan mendengar ada pengurus KT yang belum satu Periode menjabat atau menjadi pengurus KT ko bisa jadi Ketua KT Kota,” Ucap Noldi.

Ia menambahkan, berharap kepada seluruh senior KT Kota Cilegon untuk bisa mengarahkan dan mengembalikan Karang Taruna ke marwah yang sebenarnya sesuai AD/ART.

“Apalagi kalau di teliti ketua KT Kota sekarang Ahmad Mahdi Alias Macil haus akan kekuasaan dengan memegang 2 jabatan di Karang Taruna di tambah lagi menjadi ketua Kim besutan Kominfo,” Imbuhnya Nodli.

Disisi lain Sekretaris KT Kec Pulomerak, Bung Erwin Geram serta menyikapi persoalan yang berkembang terkait Karang Taruna Kota Cilegon yang di soal oleh para kader Karang Taruna.

“Saya selaku sekretaris KT Kec Pulomerak, berharap Karang Taruna Kota Cilegon dikembalikan ke Trek Rekord nya agar marwah dan kesucian Karang Taruna tidak ditumpangi oleh orang yang menumpang Popularitas,” Jelas Erwin.

Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan yang bergerak dalam bidang sosial dalam upaya membantu kesulitan masyarakat dan pembinaan untuk pemuda. Karang Taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda nonpartisan, yang tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dan untuk masyarakat khususnya generasi muda di wilayah Desa/ Kelurahan atau komunitas sosial sederajat.

“Bila perlu semua pemuda di Cilegon kita rangkul jadi satu Karang Taruna untuk membangun Kota Cilegon. Karena saya sendiri kurang paham karena pada saat TKD saya selaku sekretaris Karang Taruna Kec Pulomerak mendukung salah satu kader terbaik, maka ketua KT Pulomerak mempunyai pilihan lain, sehingga dengan perbedaan tersebut akhirnya saya di tinggalkan begitu saja tanpa ada kabar yang jelas, padahal di dalam organisasi antara ketua dan sekretaris mempunyai hak yang sama dalam memutuskan suatu keputusan harus di rapatkan,” Tutup Erwin.

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1
Baca Juga  Pemkab Ciamis Gelar Rapat Koordinasi Bersama Pimpinan Pondok Pesantren, Persiapkan Protokol Kedatangan Santri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here