Dengan Adaya Dugaan Terkait tidak ada Transparanan Keuangan dan LPJ di Pemdes, Forum Masyarakat Arjasari Gelar Rapat Akbar

0

Reporter: Wawan

KAB.TASIK. FOKUSPRIANGAN.ID – Dengan adanya dugaan terkait hal ke tidak ada transparanan keuangan dan juga LPJ yang tidak jelas sama sekali di pemerintahan desa Arjasari dan menimbulkan riak di warga masyarakat sehingga Forum masyarakat Arjasari adakan rapat Akbar yang digelar di madrasah Empang Kidul, Senin malam (01/02/21).

Acara tersebut dihadiri oleh ketua BPD desa Arjasari, MUI, LPM, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, RT RW dan juga Ketua Forum Masyarakat Arjasari.

Ketua BPD Desa Arjasari Joko Suryono memaparkan bahwa dengan digelarnya rapat Akbar Forum masyarakat Arjasari ini adalah untuk menampung aspirasi masyarakat desa Arjasari dalam bentuk ketidakpuasan terhadap pemerintahan yang terjadi di desa Arjasari saat ini.

Lebih lanjut aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat Arjasari adalah pengawalan dan pengawasan dana desa yang mana berjalan pada tahun 2019 dan tahun 2020 itu untuk segera diselesaikan LKPJ nya, Dan sampai saat ini detik ini LKPJ ataupun LPJ dari pemerintahan desa Arjasari untuk BPD sendiri belum menerima,”ucapnya.

Bahkan kita sudah menempuh prosedur dengan menyurati sudah menyampaikan secara lisan terkait dengan LKPJ tetapi sampai saat ini satu pun belum menerima laporan pertanggungjawaban baik dari tahun 2019 dan tahun 2020.

Joko juga mengatakan bahwa alasan dari pemerintahan desa Arjasari untuk memberikan dokumen pelaporan itu sudah ada tetapi belum disusun,” katanya.

Selaku BPD (badan permusyawaratan desa) kami saat ini hanya bisa memusyawarahkan untuk segera menyelesaikan permasalahan dan untuk hasil rapat intern BPD sudah membikin rekomendasi kepemerintahan desa untuk segera menyelesaikan LKPJ di tahun 2019,LKPJ tahun 2020.

Disinggung mengenai uang 81 juta yang diduga kuat dipinjam secara pribadi oleh berinisial D sebagai kaur umum di desa Arjasari, itu semua atas rekomendasi ibu Tati Maryati yang pada waktu itu menjabat sebagai PLT (pelaksana tugas) desa Arjasari pada tahun 2020 bulan Agustus dan bulan Desember,”bebernya.

Langkah jauh dari BPD dan juga forum masyarakat Arjasari jikalau terbukti dan tidak bisa mengembalikan terpaksa kami bersama forum akan melaporkannya kepada pihak kepolisian untuk diproses secara hukum, karena sejauh ini untuk saya sendiri sebagai BPD desa Arjasari seolah-olah tidak dianggap keberadaannya.

Joko juga menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah menghadiri acara rapat Akbar ini dan sekaligus bangga sekali dengan terbentuknya Forum masyarakat Arjasari sehingga bisa menambah semangat kerja kami dan menjadi suatu dorongan kekuatan BPD untuk menjalankan tugas ini,”tuntasnya

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1
Baca Juga  SDN Bojongsari Gunungtanjung Terapkan Pendidikan Karakter Pada Murid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here