Pemkot Perketat Aktivas Masyarakat Guna Memutus Penyebaran Covid-19

0

Reporter: Aan.SGT

CILEGON, FOKUSPRIANGAN, ID – Angka kematian pasien Covid-19 di Kota Cilegon terus mengalami peningkatan yang cukup luar biasa mencapai 4,0 persen. Angka ini lebih tinggi dari angka kematian di nasional yang mencapai 2,8 persen. Senin (01/02/2021)

Walikota Cilegon, Edi Ariadi menjelaskan, faktor meningkatnya angka kematian Covid-19 di Kota Cilegon, masih banyak warga yang berkerumun di tempat-tempat keramaian, belum adanya tindakan yang tegas terhadap pelanggaran 3 M, kurang ketatnya pelaksanaan pemeriksaan prokes kesehatan terhadap pekerja yg datang dari luar daerah.

“Pada hari minggu kemarin, kita lakukan rapat zoom meeting dengan Mentri Kesehatan, Kejagung, Kapolri membahas terkait penegakan disiplin protokol kesehatan dan penaganan Covid-19. Pemerintah pusat memerintahkan Kota Cilegon bagaimana dalam satu minggu ini kenaikan angka penyebaran Covid-19 Kota Cilegon bisa turun. Apapagi angka kematian Covid-19 kita lebih tinggi dibandingkan angka kematian nasional,” Ucapnya Edi

Edi menegaskan, untuk menekan tingginya penyebaran Covid-19 di Cilegon, pihaknya sudah membangun posko pengaduan masyarakat jika ditemukan adanya kerumunan di tengah situasi Covid-19

“Posko ini nantinya akan bertugas membubarkan kerumunan masyarakat yang bisa menimbulkan Covid-19. Lokasi yang bisa menimbulkan kerumunan mulai dari pasar, mall, pelabuhan dan taman-taman di Cilegon. Jika ditemukan adanya keramaian langsung diusir petugas. Jangan main-main kita akan berlakukan denda bagi masyarakat yang tidak mengikuti aturan pemerintah,” Tegas Edi

Sementara itu, Wakil Ketua Satgas Covid-19 sekaligus Dandim 0623 Cilegon Letkol Inf Ageng Wahyu Romadhon menuturkan, Pemkot Cilegon kembali memutuskan untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pemberlakukan PPKM tahap kedua ini, akan mulai diterapkan pada 1 Febuari hingga 8 Febuari mendatang.

“Mulai hari ini perketatan aktivitas masyarakat kita (pemerintah) perketat kembali. Nanti pak Asda II (Dikrie Maulawardhana) akan menggumpulkan semua satgaa Covid-19 tingkat Kelurahan dan Kecamatan di Kota Cilegon. Disperindag memanggil pihak pedagang kaki lima (PKL),” Ujar Dandim.

Dandim menuturkan, selama penerapan PPKM, semua mall di Cilegon buka dari pukul 11.00 WIB hingga 17.00 WIB. Usaha tenda-tenda makanan hanya diperbolehkan untuk Take A Way (makanan di beli bawa pulang).

“Jadi sudah tidak ada lagi makan di tempat. Semua harus mengikuti aturan pemerintah. Kami paham dengan kondisi seperti ini pasti akan berdampak pada perekonomian kita. Langkah itu yang musti kita lakukan agar tingkat kematian akibat Covid-19 di Cilegon bisa ditekan. Satu lagi, bagi masyarakat yang melanggar aturan masih berkerumunan kita berikan sanksi cukup tegas dan denda akan kita akan terapkan,” Pungkas Dandim.

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1
Baca Juga  Pemdes Rajamandala, Gelar Rakor Penanganan Penyebaran Covid-19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here