Jabinsa di Kecamatan Lengkong Sayangkan Tata Kelola Pupuk Dirasakan Belum Berpihak Kepada Petani

1

Reporter: Rusdi

SUKABUMI.FOKUSPRIANGAN.ID – Kelangkaan pupuk di petani sejak beberapa bulan ini disoroti dalam Kegiatan Jaksa Bina Desa (Jabinsa) di Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi.

Jaksa Pengacara Negara ( JPN ), Alpian menyayangkan tata kelola pupuk yang dirasakan belum berpihak kepada petani.
“Tidak seperti saat Komisi Pengawas Pengelolaan Pupuk (KP3) masih bekerja mengawasi pola penyaluran pupuk dari pihak distributor sampai ke tangan petani,” kata Alpian saat melakukan pertemuan dengan Muspika Lengkong di area hutan produksi Pinus, Anggarenceng Desa Lengkong, Kamis (28/1/21).

Alfian mengatakan, lembaga KP3 membubarkan diri tahun 2015 lalu. Setelah itu nyaris komisi yang terdiri dari unsur Kejaksaan, kepolisian, TNI, Dinas Pertanian dan Dishub tidak bisa menyerap lagi aspirasi petani terkait tata kelola pupuk. Padahal, saat lembaga itu berdiri, pasokan pupuk dari distributor sampai ke tangan petani tidak mengalami kendala berarti.
“Kita terus melakukan pengawasan dan kunjungan ke lapangan untuk memastikan distribusi pupuk ke petani berjalan lancar tanpa ada hambatan berarti,” katanya.

Bahkan mengingat perannya yang cukup penting ucap Alpian, KP3 kembali diusulkan agar dihidupkan kembali. Agar para petani tidak lagi mengalami kelangkaan pupuk seperti yang terjadi beberapa waktu belakang ini. “Kami sudah mengadakan pertemuan dengan dinas terkait untuk membahas hal ini. Sambutannya cukup baik semua memiliki keinginan yang sama untuk kembali menghidupkan kembali lembaga ini,” ujarnya.

Maksud lain didirikan lembaga ini lanjut dia, adalah untuk mempersempit ruang gerak “mafia” pupuk yang kerap memainkan harga pupuk secara sewenang-wenang untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Camat Lengkong, Agung Budiman menuturkan, di Kecamatan Lengkong punya cara jitu untuk mengantisipasi adanya kelangkaan pupuk bahkan penyalahgunaan pupuk oleh oknum tertentu. “Caranya cukup simpel. Perbaiki data luas lahan yang dimiliki oleh para pemilik dan penggarap tanah. Pemanfaatan pupuk oleh petani tidak berdasarkan jumlah orang, tapi semuanya mengacu kepada luas lahan yang dimiliki petani itu sendiri,” kata Agung.

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1
Baca Juga  Petugas Lapas Kelas II B Banjar Mendapat Pelatihan Peningkatan Kemampuan

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here