Kecewa Audensinya Tidak di Tanggapi Oleh Kadis Pertanian Kab.Tasik, Lembaga Kajian Anggaran (LKA) Akan Segel Kantor Dinas

0

Reporter : Wawan/Iwan

KAB.TASIK. FOKUSPRIANGAN.ID – Lembaga Kajian Anggaran (LKA) datangi kantor dinas pertanian Kabupaten Tasikmalaya guna mempertanyakan kebijakan kebijakan yang diambil oleh Kepala dinas pertanian. Senin (04/01/2021).

Lembaga kajian anggaran (LKA) lakukan aundensi ke kantor dinas pertanian kabupaten Tasikmalaya hal tersebut guna mempertannyakan perihal dengan banyaknya dugaan kegiatan kegiatan yang ada di dinas pertanian di tahun 2020.

Ketua lembaga kajian anggaran (LKA) Doni Ridwan menyampaikan audien kita hari ini kita berpokus kepada kegiatan yang ada di dinas pertanian khususnya anggaran di tahun 2020, adapun kajian kajian dasar kita dokumen APBD di tahun 2020 Perpres no 16 THN 2018 Tentang pengadaan barang dan jasa, Permen ban RI Serta dokumen dokumen yang lain dan hal lain yang sangat ingin kita sampaikan, karena itu suatu bahan kajian kita baik screen shot ke akad lainnya itu sudah ada di kita semua,”katanya.

Potensi masalah yang timbul yaitu 1. Perubahan APBD karna perubahan judul dan anggaran sesudah APBD P di sahkan jadi ada beberapa kegiatan yang awalnya di APBD P misalnya satu meter ataupun 1M Tiba tiba di dinas itu bisa merubah menjadi 350 atau 750, terus perhitungan biaya umum yang tinggi, sementara di lapangan kita lihat BU nya cukup tinggi, dan ini cenderung mengarah ke monopoli, dan sudah terjadi sehingga ada beberapa kali ada pengulangan lelang di dinas pertanian, sehingga dinas terkait memonopoli ini untuk memenangkan beberapa CV yang bisa di bilang dekat dengan dinas tersebut.”ujarnya.

Kajian dasar pengetahuan harga produk harga terlalu tinggi di banding harga pasaran contoh pupuk organik, dalam HPS 40 ribu sementara harga pupuk organik di lapangan cuma 14 ribu berarti selisihnya cukup tinggi dan itu terjadi di tahun 2017.

Kecenderungan oknum dinas yang berpihak kepada salah satu pengusaha ini sudah terjadi dan sudah tidak bisa di pungkiri lagi karna tadi ada sistem monopoli di dinas pertanian dan hanya beberapa pengusaha yang bisa lolos, karna kegiatan ini kegiatan yang di lelangkan karna nilainya cukup pantastik tapi lelang ini baik dari Pokja lelang dan yang lainnya terlihat memonopoli dari sistem pengondisiannya.

Mekanisme pembagian produk untuk disetiap kelompok menurut aturan di Pokja lelang yang menang program atau proyek itu harus ada 70% total produk yang ada di CV tersebut, tapi ternyata yang mengikuti aturan secara prosedur, melengkapi administrasi tidak lolos atau tidak menang, sementara produk yang tidak memenuhi 70% bisa lolos bisa menang dalam pemilihan lelang.

Lanjut Doni Dari hal tersebut sudah terlihat keberpihakan dinas kepada salah satu CV, maka itu kami bersama-sama rekan rekan mempertanyakan kenapa terjadi sistem seperti ini karna mekanisme sekarang baik keuangan ataupun yang lain bukan dilihat dari segi pelaporannya tapi mekanisme perjalanan bagaimana proses pelelangan.

Tambah Doni dengan tidak bisa hadirnya kepala dinas pertanian beberapa alasan yang dikemukakan, yang pertama rapat pimpinan dan yang ke dua sakit, sehingga kami LKA memutuskan untuk tetap menunggu disini sampai kepala dinas benar benar hadir.

Selanjutnya kalo kepala dinas tidak bisa menemui maka Kita akan menyegel kantor dinas pertanian ini ketika semua pegawai sudah pulang kantor dengan menutup pagar supaya tidak masuk semuanya,”pungkasnya.

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
1
+1
+1
1
+1
+1
2
Baca Juga  PMWC NU Kec.Jatinegara Laksanakan Halal Bi Halal Sekaligus Lounching Gerakan Shodaqoh Koin NU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here