Komisi III DPRD Kab. Sukabumi Meminta BPBD Lakukan Kajian Teknis Ambruknya Bangunan Pasar Parungkuda

0

Reporter: Rusdi

SUKABUMI. FOKUSPRIANGAN.ID – Pasca ambruknya bangunan empat kios di Pasar Semi Moderen Parungkuda, Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi meninjau ke lokasi amblasnya empat kios, Rabu (23/12/2020).

Dalam tinjauannya, DPRD didampingi BPBD Kabupaten Sukabumi dan pihak DPKUKM Kabupaten Sukabumi. Diketahui,Ā 4 kios di Blok G Pasar Semi Modern (PSM) Parungkuda, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi amblas tergerus longsor. Beruntungnya tak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi Minggu (20/12/2020) pagi itu. 4 kios yang amblas ini berdiri di atas bidang tanah bantaran Sungai Citatih.

Ketua Komisi III Anjak Priatama Sukma menyesalkan kejadian ambruknya kios di Pasar Parungkuda ini karena bencana terjadi ketika pedagang harus tetap bertahan menjalankan usahanya di tengah pandemi.

Adapun hasil dari tinjauan tersebut, DPRD memiliki dua catatan. Yang Pertama, DPRD Meminta BPBD melakukan kajian teknis.Ā Dengan kajian teknis itu diharapkan bisa menjawab pertanyaan pemicu kios ambruk apa karena alam atau faktor lain.

“Kami meminta BPBD untuk melakukan kajian teknis terkait pertama kenapa ini bisa terjadi, apakah karena memang pergerakan tanah.Ā Sehingga kemudian kalau kita tahu yang sebenarnya terjadi bisa dijadikan dasar kita untuk mengantisipasi bangunan yang lain. Kalau memang secara geologis tanahnya tidak laik kan harus segara dievakuasi, bukan hanya 4 kios tapi kios-kios yang lainnya,” kata Anjak.

Anjak mengaku pihaknya akan membuat surat resmi dari DPRD ke Bupati untuk mengkaji secara teknis. Catatan kedua, ucap Anjak, pengelolaan Pasar Parungkuda masih dalam kontrak BTO (Build Transfer Operate), maka DPRD meminta dinas dengan bagian hukum segeraĀ mengkaji untuk memastikan siapaĀ yang bertanggungjawab atas kejadian ini. “Kalau tanggungjawabnya masih di pihak ketiga, kami akan segera mendorong segera dievakuasi,” jelasnya.

Kajian, kata Anjak, perlu dilakukan untuk memastikan langkah apa yang akan diambil. “Ini kan teknisĀ gakĀ bisa ditebak-tebak, oh ini karena kontruksi, oh ini karena air, oh ini karena hujan, ada lembaga yang punya otoritas menentukan [penyebab] itu. Jadi biarkan BPBD dan lembaga teknis menentukan dan menilai,” tegasnya.

Komisi III sejauh ini terus berkoordinasi dengan BPBD. Sehingga komisi III menunggu hasil kajiannya bencana karena apa dan merekomendasikanĀ apa. “Silahkan [melakukan] kajian kami tunggu secara teknis, kenapa baru kita akan merekomendasikan sesuai kajian teman-teman teknis,” tandas Anjak.

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1
Baca Juga  KPU Kabupaten Sukabumi Akan Gelar Debat Publik Cabup dan Cawabup Pada 24 November 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here