170 Rutilahu di Desa Tanjungsari Belum tersentuh Bantuan Pemerintah

0

Reporter : Pey

KAB. CIANJUR. FOKUSPRIANGAN.ID – Masih adakah program pemerintah untuk bantuan rumah tidak layak huni bagi warga miskin yang hidupnya pas-pasan bahkan tidak berpenghasilan tetap sebagaimana yang terpantau awak media fokuspriangan.id, Rabu (23/12/20).

Salah satu rumah warga yang berdiri diatas tanah berukuran 5×4 m2 tepatnya di Kampung Kulur desa Tanjungsari Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur,terlihat sangat mengkhawatirkan dan tidak layak huni.

Salahsatunya rumah milik Yana warga Kampung Kulur Rt.006 Rw 002 desa Tanjungsari kecamatan Sukaluyu yang hampir 10 tahun menghuni rumahnya dalam kondisi tidak layak huni kini dihuni oleh suami dan istri beserta 3 orang anaknya, menurutnya keadaan rumah saya sudah diketahui pihak pemdes setempat dan sudah diajukan berupa permohonan bantuan namun sampai saat ini tak kunjung datang dan belum ada buktinya.

Sambung istri Yana, saya pengen tinggal dengan nyaman sebagaimana layaknya dan saya sangat sedih terlebih disaat hujan turun seisi rumah basah, genteng bocor dimana-mana anginpun tembus kedalam karena biliknya sudah pada bolong dan usang,ada 5 jiwa berjubel didalam ruang kamar tidur yang sempit karena ruanhan lainnya basah akibat atap bocor, berharap ada perhatian khusus dari pemerintah karena penghasilan suami yang bekerja sebagai buruh harian lepas kuli disawah milik orang lain, itupun kalau ada yang menyuruh, hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari saja.”Katanya.

Dihari yang sama saat ditemui diruang kerjanya,kepala desa Tanjungsari Waldi Akbar Yacub,ST menuturkan, Ya kami sudah mengetahui dan masih banyak warga kami yang rumahnya tidak layak huni, hampir kurang lebih 170 rumah tidak layak huni yang sudah masuk datanya dan sudah kami ajukan ke dinas terkait ( dinas sosial, Dinas Kimrung ) yang salah satunya rumah milik pak Yana warga Kp.Kulur, secara berulang kali dengan ajuan yang sama namun sampai saat ini belum ada realisaainya dan kami tetap berupaya terus mengajukan sejak saya menjabat dipriode pertama tahun 2013 sampai menjabat kedua kalinya ditahun 2020 masih belum juga ada respon,”paparnya.

Masih kata Waldi, upaya Pemdes melalui Musrenbang Des Pun tidak terkabul karena tidak temasuk skala prioritas,dan kami berharap kepada masyarakat tetap bersabar,daripada menunggu bantuan dari pemerintah yang belum ada kejelasan,kami siap mempasilitasi bersama-sama karangtaruna dan para donatur berikut para warga atau tetangga yang berdekatan untuk membantu secara swadaya gotong-royong mewujudkan impian penghuni rumah yang tidak layak huni menjadi layak dan tentunya melalui musyawarah warga setempat .Dan kepada dinas terkait kami memohon agar rumah tidak layak huni di desa kami menjadi skala prioritas karena sudah cukup lama berharap,”pungkasnya.

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1
Baca Juga  Menguak Mafia Percaloan Sertifikat Tanah di Gunung Sugih Kota Cilegon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here