Gas Melon Langka di Sukabumi Ibu Rumahtangga Menjerit

0

Reporter : Rusdi

SUKABUMI. FOKUSPRIANGAN.ID – Para ibu rumahtangga menjerit. Pasalnya sejak beberapa bulan ini gas elpiji berukuran tiga kilogram sangat langka keberadaannya di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi. Salah satunya, di daerah Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug. Di sejumlah pengecer sepeti warung, keberadaan barang bersubsidi yang dijuluki Si Melon ini cukup langka dijumpai dalam kurun waktu beberapa bulan ini. Pasalnya gas melon merupakan salah satu kebutuhan pokok yang harus ada di rumah.

Uni, salah seorang pemilik warung yang biasanya menjual gas elpiji berukuran tiga kilogram, kepada FokusPriangan.id mengatakan, sebenarnya gas mulai langka sejak beberapa bulan ini.
“Biasanya seminggu 2- 3 kali saya mendapatkan kiriman dari pangkalan gas, tetapi saat ini cuma 1 kali dalam seminggu sementara masyarakat yang membutuhkan banyak,” katanya ketika ditemui di warungnya, Jumat (18/12/2020).

Hal senada dikatakan Soni salah seorang pengecer di kelurahan Cicurug, dirinya mengaku kesulitan mendapatkan elpiji 3kg tersebut. Soni berharap agar pemerintah dapat kembali menstabilkan kondisi tersebut karena si melon merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat saat ini. “Ya harapan saya sebagai pedagang kecil eceran agar dilancarkan kembali, kasihan juga warga kalau telat-telat begini,” ujarnya.

Sementara itu Tuti salah seorang ibu rumahtangga mengaku sulit mencari gas melon tersebut. “Warung langganan saya sudah lama tidak menjual gas, soalnya gas sudah lama tidak dikirim,” kata Tuti warga Desa Pasawahan.

Tuti mengatakan, kalau dia bersama anaknya dalam mencari gas melon tersebut hingga ke wilayah Parungkuda, tapi tetap nihil. Dia meminta agar pemerintah dapat kembali memperlancar kelangkaannya.
“Saya beli jadi jauh bahkan sampai ke Parungkuda,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Perdagangan, Tertib Niaga dan Distribusi Dinas Koperasi Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sukabumi, Iwan Wirawan mengungkapkan, hasil monitoring terakhir disejumlah wilayah masih cukup tersedia. Namun, kelangkaan bisa saja terjadi karena konsumen gas elpiji berukuran tiga kilogram ini saat ini juga digunakan para konsumen yang seharusnya tidak menggunakan barang bersubsidi itu. “Secara umum masih tersedia, tetapi memang tidak bisa dipungkiri gas elpiji berukuran tiga kilogram ini tidak hanya digunakan olah rakyat miskin, artinya para pedagang besar juga menggunakannya. Informasi terakhir, Hiswana Migas telah mengajukan penambahan kuota,” tandasnya.

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1
Baca Juga  Babinsa Desa Buniasih Bersama Tagana, Aparat Desa Dan Warga Setempat Bersihkan Material Longsor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here