Sekitar 200 Orang Terpapar Covid di Kota Tasik Masuk Daftar Tunggu

0

Reporter : H Amir

KOTA TASIK, FOKUSPRIANGAN.ID – Dengan terus meningkatnya pasien Covid-19 dan klaster sebaran khususnya di Kota Tasikmalaya, oleh karenanya pihak Pemerintah Kota Tasikmalaya mempunyai rencana untuk mengubah beberapa kebijakan, ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Tasikmalaya Drs HM Yusuf selesai melantik dan mengukuhkan Pengurus Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya, Rabu (16/12/2020).

“Pihak kami akan melakukan evaluasi paska dengan adanya 25 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya yang diduga terkonfirmasi positif Covid-19. Setelah evaluasi, kita ada kemungkinan akan melakukan perubahan kebijakan terkait dalam upaya penanganan Covid-19, diakui saat ini menurut data terdapat sekitar hampir 200 pasien terkonfirmasi positif yang masuk dalam daftar tunggu yang harus masuk ke tempat isolasi, hal ini dikarenakan tempat yang disiapkan Pemerintah Kota Tasikmalaya sudah penuh semua. Sementara ini mereka semua diminta untuk melakukan isolasi mandiri,” jelasnya.

Namun, isolasi mandiri ini yang sangat kita khawatirkan saat pasien tersebut melakukan isolasi mandiri, anggota keluarga pasien tersebut diikhawatirkan terpapar, lanjut HM Yusuf.

“Dengan keterbatasan tempat guna isolasi bagi pasien Covid-19 dengan gejala sedang, pihak kami telah menyiapkan tempat alternatif, salah satu diantaranya telah menyiapkan Hotel Crown, andaikan masih kurang juga kita menyiapkan lanrai bawah Rumah Sakit Tipe D Dewi Sartika yang berada di Kawalu yang menurutnya sudah latak untuk dioperasionalkan. Saat ini pun Rumah Sakit tersebut sudah pula diisi oleh pasien yang dianraranya Pasien dari ASN Pemerintah Kota Tasikmalaya. Dengan adanya kabar penolakan warga sekitar Rumah Sakit Dewi Sartika saya belum dengar, tetapi yang jelas tim gugus tugas sudah melakukan sosialisasi. Seandainya cara pendekatan yang dilakukan secara baik, saya rasa warga pun tidak akan keberatan.

Adapun untuk koaster perkantoran, pihak kami menyikapinya dengan cara untuk sementara absensi para pegawai akan dilakukan secara manual, kita pun akan batasi jumlah pegawai yang masuk 50-70 persen. Untuk apakah ke depan kita akan menerapkan pembatasan, kita tunggu hasil evaluasi yang dilaksanakan hari ini,” ucapnya.

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
1
+1
+1
+1
+1
Baca Juga  Peduli Dampak Covid-19, Jaringan Aktivis Perempuan Politik Kota Tasikmalaya Bagikan Paket Sembako

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here