Fokus Kota Tasik Sosial

Bawaslu Kota Tasikmalaya Selenggarakan Konsolidasi Kader Pengawas Partisipatif

Reporter : H Amir

KOTA TASIK.FOKUSPRIANGAN.ID – Mengambil tempat di gedung pertemuan di salah satu hotel yang berada di Jalan KHZ Mustopa, Badan Pengawas Pemilu selenggarakan kegiatan Konsolidasi Kader Pengawas Partisipatif, Sabtu (21/11/2020).

Ketua Bawaslu Kota Tasikmalaya Ijang Jamaludin usai pembukaan menuturkan bahwa kegiatan yang digelar ini merupakan agenda Bawaslu RI untuk dilakukan di semua daerah.

“Kegiatan ini pun merupakan rangkaian dari sekolah kader pengawasan partisipatif yang dilaksanakan secara daring. Karena diakuinya selama masa Pandemi Covid-19 ini kita tetap melaksanakan pendidikan politik bagi pemilih pemula secara daring. Khususnya pemahaman terkait dengan masalah pengawasan. Karena kan kita menghitung dari 13 kasus laporan pelanggaran, penindakan pelanggaran yang ditangani Bawaslu itu ada 3 pelapor tapi yang ke tiganya itu dari partai politik sementara dari masyarakat itu nihil. Kita kan juga mengukur kalau partisipasi pemilih pemilu di Kota Tasikmalaya itu tinggi di tingkat Jawa Barat, sementara partisipasi dalam hal pengawasan masih nihil. Urgensi itulah yang kita pakai, kita merekrut teman-teman dari berbagai ormas dan OKP yang tujuannya ke depan mereka bisa jadi motor untuk mensosialisasikan, minimal pendidikan politik atau pengawasan,” jelasnya.

Ijang pun menambahkan konsolidasi ini kita lakukan karena mereka juga punya tugas, sejauh mana selama tiga bulan ini apa yang sudah mereka lakukan, sejauh mana mereka melakukan sosialisasi termasuk juga efektifitas mengukur masyarakat terkait dengan pemahaman pemilu khususnya pengawasan.

“Kita pun sudah komunikasikan dengan Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya yang mana pada bulan Desember mendatang akan menggelar Pilkada, bahwa kita ingin untuk menjaga kualitas Pemilu khususnya di TPS butuh alat ukur meskipun secara teknis mereka tidak punya kewenangan tetapi mereka kita terjunkan ke wilayah Kabupaten Tasikmalaya untuk menganalisis, ini potensi yang akan terjadi atau sejauh mana pemahaman masyarakat terkait dengan pengawasan. Kalau pun mereka sewaktu di lapangan menemukan indikasi-indikasi pelanggaran, mereka konsolidasi dengan kader pengawasan yang ada di Kabupaten. Untuk menguatkan sisi pengawasan. Untuk angkatan daring ini yang terdaftar itu ada 64 orang, mereka melakukan pendidikan selama 1 bulan, namun yang lulus sampai di tingkat akhir itu ada 46 orang,” pungkasnya.

Flag Counter

Berita Populer

Flag Counter