FOKUS SUKABUMI Pemerintahan Sosial

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi Sebut Ada 3 Hal yang Bisa Dilakukan UKM Ditengah Pandemi Covid-19

Reporter : Rusdi

SUKABUMI.FOKUSPRIANGAN.ID – Tidak bisa dipungkiri bahwa Pandemi Covid-19 membawa berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat terutama bagi para pelaku usaha kecil dan menengah atau UKM di Sukabumi.

Pasalnya, pandemi memicu turunnya tingkat penjualan produk. Menyikapi hal tersebut Ketua komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi Anjak Priatama Sukma mengatakan dalam situasi yang tidak pasti karena covid 19 menurutnya ada tiga hal yang bisa dilakukan para pelaku usaha kecil dan menengah agar usaha yang dijalani bisa bertahan. “Menurut saya ada tiga hal yang bisa dilakukan, pertama mau tidak mau diri kita adaptasi dengan situasi ini, di sadari ini sebagai sebuah takdir Allah, beradaptasi dengan melakukan inovasi inovasi, banyak contoh bestprektif di Indonesia, banyak produk bisa bertahan dengan melakukan adaptasi disituasi Covid-19,” kata Anjak kepada wartawan, Jumat (20/11/2020).

Dijelaskan Anjak beberapa inovasi yang bisa dilakukan pelaku usaha kecil dan menengah untuk meningkatkan penjualannya yakni di sektor marketingnya, sektor produksinya. “Yang ketiga tentu hari ini memaksa seluruh UKM mau tidak mau harus mendigitalisasi proses bisnisnya, jadi siapa yang bisa beradaptasi, inovasi, bergeser proses bisnis secara analog ke digital itu biasanya bisa bertahan,” jelasnya.

Sektor yang paling kena dampak Covid-19, lanjut Anjak, dalam beberapa bulan yang lalu terjadi di Kabupaten Sukabumi ada di pertanian dimana saat ibu kota Jakarta memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) banyak hasil pertanian terutama sayur tidak bisa masuk. “Kita kaget terutama yang di holti sayuran gara gara PSBB di jakarta, banyak produk kita yang tidak bisa masuk, terjadi over produk akhirnya harga murah, ini yang tidak terantisipasi oleh pemerintah,” kata Anjak.

Kemarin di beberapa rapat Anjak mengaku sudah sampaikan agar hal ini jangan terjadi kembali, dengan cara misalnya melakukan sosialisasi gerakan membeli produk petani lokal atau mendorong ada pasar baru ketika tiba tiba Jakarta sebagai pasar terbesarnya itu tutup. “Ini yang harus segera di antisipasi apakah dengan berjejaring dengan daerah yang lain melalui digitalnya atau kemudian kita mendorong terjadinya pasar baru dalam arti digerakan lah misalnya begitu harga sayur murah kami berharap ada yang menyerukan masyarakat lokal untuk membeli sayur sayur tersebut,” tandasnya.

Bagaimana tanggapan anda ?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1
Baca Juga  Wujud Sinergitas Tiada Batas Dalam Rangka HUT TNI Ke-75, Polsek Rancah Berikan Tumpeng Kepada Koramil 1310/Rancah
29
Siapa Calon Bupati dan Wakil Bupati Kab.Tasikmalaya Pilihan Anda?