FOKUS SUKABUMI Sosial

Kabar Gembira Buat Buruh di Sukabumi Gaji Tahun 2021 Naik Sebesar 3,2 Persen

Reporter : Rusdi

SUKABUMI.FOKUSPRIANGAN.ID – Kabar baik buat buruh di Kabupaten Sukabumi, tahun 2021 gaji buruh naik sebesar 3,2 persen. Kenaikan tersebut merupakan respon dari permohonan kenaikan UMK pafa audensi Gabungan Serikat Buruh Indonesia ( GSBI ) dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sukabumi terkait permintaan kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK), Selasa (17/11/20).

Hasilnya, Pemkab Sukabumi merespon permohonan kenaikan UMK itu dengan menerbitkan rekomendasi kenaikan UMK tahun 2021 sebesar 3,2 persen sehingga gaji buruh akan naik menjadi Rp3.125.444,72. Selanjutnya rekomendasi akan disampaikan ke Gubernur Jawa Barat.

Pjs. Bupati Sukabumi R. Gani Muhamad mengatakan, kenaikan UMK menjadi perhatian pemerintah. Namun semua pihak harus saling memahami. Terutama antara pengusaha dan buruh. “Semua sektor saat ini terdampak covid 19. Sehingga harus saling memahami antara buruh dan pengusaha,” ujarnya.

Pemerintah mencari titik tengah dalam mengambil keputusan. Sehingga harus matang dalam mengakomodir semua hal. “Aspirasi akan diperhatikan secara seksama oleh pemerintah. Namun, kondusifitas harus kita perhatikan. Apalagi di tengah pandemi covid 19,” ungkapnya.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni mengatakan, Forkopimda sudah mendengar dan menyerap aspirasi buruh. Karena itu, dirinya meminta semua pihak menjaga kamtibmas di Sukabumi. “Partisipasi peran aktif semua pihak dalam menjaga kamtibmas sangat dibutuhkan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua GSBI Dadeng Nazarudin meminta ada kenaikan UMK di Kabupaten Sukabumi. Mengingat, trend pertumbuhan ekonomi mulai membaik. “Kami meminta adanya kenaikan UMK di Sukabumi. Penyampaian aspirasi ini, karena GSBI tak tergabung dalam dewan pengupahan,” jelasnya.

Ketua SP TSK SPSI Kabupaten Sukabumi Moch Popon mengatakan, langkah yang diambil Pemkab Sukabumi patut dihargai dan disyukuri. “Keputusan naik di angka 3,2 persen kami terima. Ini bukan hasil memuaskan, tapi melegakan,” ujarnya kepada wartawan.

Dengan keluarnya rekomendasi, rencana aksi demo buruh pada 18-20 November dibatalkan. Semua buruh akan bekerja seperti biasanya. “Tidak ada aksi, semua bekerja seperti biasa,” pungkas Popon.

Flag Counter

Berita Populer

Flag Counter