Fokus Kota Banjar Sosial

Kesadaran Masyarakat Dibutuhkan Agar STBM Bisa Tercapai

Reporter: Zaenal Abidin

KOTA BANJAR.FOKUSPRIANGAN.ID – Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga (Kesling Kesorga) Dinkes Kota Banjar, Rusyono SKM., MM., kepada Fokuspriangan.id, Rabu (11/11/2020).

Rusyono menjelaskan, kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah kegiatan pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan.

“Kegiatan STBM ini ada lima pilar program diantaranya, bebas dari buang air besar sembarangan (ODF), cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan makanan dan minuman sehat, pengelolaan sampah rumah tangga dan pengelolaan limbah rumah tangga,” jelasnya.

Menurutnya, dari lima pilar yang menjadi program target kegiatan STBM, Open Defecation Free (ODF) atau masyarakat bebas dari buang air besar sembarangan menjadi tantangan tersendiri untuk Dinkes Kota Banjar.

Karena menurutnya, hal tersebut berhubungan langsung dengan kesadaran dan perilaku masyarakat itu sendiri.

“Salah satu kendala dari program ODF adalah masih ada masyarakat yang belum mempunyai jamban, hal ini biasanya terkendala oleh biaya. Kendala lainya adalah kebiasaan masyarakat yang lebih nyaman buang air besar di sungai, kolam atau tempat terbuka lainya,” papar Rusyono.

Walaupun dalam berbagai kesempatan atau sosialisasi pihak Dinkes selalu mengingatkan bahwa, buang air besar sembarangan (BABS) termasuk salah satu contoh perilaku hidup tidak sehat yang dapat mengakibatkan tercemarnya lingkungan dan menimbulkan penyakit menular. Tapi faktanya, masih ada masyarakat yang masih melakukannya.

“Masih ada sekitar 6000 an keluarga di Kota Banjar yang belum mempunyai jamban sendiri,” ungkapnya.

Dalam hal ini, kata Rusyono, pihak Dinkes Banjar sudah melakukan koordinasi dengan bidang Cipta Karya pada Dinas PUPRKP Kota Banjar untuk mencari solusi dari permasalahan ini.

“Salah satu alternatif yang sedang kita pikirkan adalah pembuatan septic tank komunal dengan memanfaatkan jalan kip. Kita bangun dibawahnya, kemudian masyarakat tinggal menyalurkan pembuangan kesitu. Mobil tinja juga punya akses mudah untuk menyedotnya,” paparnya.

Rusyono berharap, agar masyarakat Kota Banjar bisa melakukan apa yang sudah disosialisasikan oleh Dinkes Kota Banjar terkait dengan kegiatan STBM. Agar cita-cita Kota Banjar menjadi kota yang sehat bisa terwujud.

Flag Counter

Berita Populer

Flag Counter