Fokus Kota Tasik Sosial

Dosen Geografi Unsil Laksanakan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Komunitas Bank Sampah Sinar Berseka

Reporter : Anton

KOTA TASIK .FOKUSPRIANGAN.ID – Lembaga pengabdian kepada Masyarakat Universitas Siliwangi Skema Ketahanan Pangan (PKM – KP), kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui Dosen jurusan Pendidikan Geografi Unsil yang di Ketuai oleh Dr. Iman Hilman, M.Pd dan Anggota Elgar Balasa Singkawaijaya, M.Pd, Erni Mulyanie, M.Pd Tineu Indrianeu, M.Pd.

Kegiatan ini bentuk implementasi dari program Tri Dharma perguruan tinggi dengan melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM),dengan tema ” Bina Kampung Tangguh Pandemi Covid-19 Untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Dalam Memanfaatkan Pekarangan Rumah “, yang mengambil tempat di Komunitas Bank Sampah Sinar Berseka Kelurahan Gununggede, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jumat (16/10/20) lalu.

Dr. Iman Hilman, M.Pd , Ketua PKM, Selasa (10/11/2020 ) mengatakan dalam kondisi pandemi COVID-19, aspek kehidupan mulai mengarah pada kondisi serta situasi yang berbeda. Pemerintah memberikan himbauan kepada masyarakat untuk dapat menjaga jarak secara fisik sosial (social physical distancing) dan juga melakukan pekerjaan dari rumah (working for home).Pemerintah juga membuat kebijakan tentang karantina wilayah secara parsial dan melakukan pembatasan kegiatan di keramaian, sehingga terjadi perubahan situasi yang baru di hampir semua aspek kehidupan, terutama perubahan pola pemenuhan kebutuhan pangan.”Katanya.

Masih menurut Hilman ketahanan pangan merupakan sesuatu yang dianggap penting sekaligus rentan bermasalah pada situasi pandemi COVID-19. Ketahanan pangan dapat mengindikasikan adanya ketersediaan pemenuhan berupa akses terhadap sumber daya makanan sehingga dapat memenuhi kebutuhan dasar pada saat ini. Kondisi ini mengakibatkan ketersediaan akses terhadap makanan akan diperparah dengan semakin memburuknya pandemi itu sendiri serta larangan-larangan perpindahan penduduk yang mengikutinya.Bahwa wabah suatu penyakit yang terjadi di dunia akan meningkatkan jumlah penduduk yang mengalami kelaparan dan malnutrisi.

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberdayakan peran anggota kelompok bank sampah Sinar Berseka Kawalu yang merupakan ibu rumah tangga sehingga dapat memanfaatkan pekarangan rumah tangga untuk kegiatan menanam tanaman pada masa pandemi COVID-19 saat ini.
” Permasalahan ketahanan pangan pada saat pandemi COVID-19 memberikan dampak terhadap ketahanan pangan keluarga pada saat ini. Hal ini disebabkan dalam hal kegiatan ekonomi keluarga mengalami penurunan kemampuan serta perubahan tingkat pendapatan. Seiring dengan penurunan tersebut maka permasalahan yang lainnya akan muncul adalah pemenuhan kebutuhan pangan yang menjadi berkurang.”Ucapnya.

Lanjut Hilman untuk itu dibutuhkan jawaban terhadap kondisi sekarang untuk membangun ketahanan pangan dalam keluarga yaitu dengan cara memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk dijadikan kegiatan budidaya baik tanaman, perikanan dan peternakan. Pekarangan adalah lahan yang bersifat terbuka terdapat di sekitar rumah huni. Lahan ini jika dikelola akan memberikan nilai lingkungan yang menarik dan sehat serta keuntungan dalam memanfaatkaan lahan. Pekarangan rumah kita dapat kita manfaatkan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kita. Misalnya dengan menanam tanaman produktif untuk kebutuhan pangan rumah tangga seperti tanamanbuah, sayuran, rempah-rempah dan obat-obatan.
Dengan memanfaatkan pekarangan akan memberi keuntungan ganda, salah satunya adalah kepuasan jasmani dan rohani. Pengelolaan dengan baik pekarangan rumah dapat memberikan manfaat bagi kehidupan keluarga seperti: tempat bermain, tempat rekreasi, sumber pangan dan juga sebagai sumber pendapatan. Pemanfaatan lahan pekarangan bisa mendukung ketahanan pangan keluarga dengan memberdayakan potensi pangan lokal yang dimiliki masing-masing daerah. Pemanfaatan pekarangan rumah untuk meningkatkan ketahanan pangan ini berada di Kampung Sindanggalih RW 03 Kelurahan Gununggede Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya masih sangat kurang.

Untuk itu diperlukan proses pendampingan dalam mengelola lingkungan permukiman yang memiliki potensi untuk dijadikan sebagai kegiatan bercocok tanam. Dengan daya dukung lainya yang ada di kampung ini juga terdapat aktifitas lainnya yaitu pengelolaan sampah melalui bank sampah dan menghasilkan pupuk kompos dan kemasan tanaman. Atas dasar permasalahan ini maka akan dilakukan kegiatan berupa pengabdian masyarakat agar dapat mengembangkan potensi dalam hal pemanfaatan sumber daya pekarangan yang nantinya akan menjadi pemenuhan kebutuhan pangan sehingga menjadi dalam bentuk ketahanan pangan.

Dengan harapan kegiatan ini dapat menambah pengetahuan dan informasi mengenai cara memanfaatkan dan mengelola pekarangan rumah tangga untuk kegiatan menanam tanaman serta sebagai ketahanan pangan dalam pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga.”Pungkasnya.

Flag Counter

Berita Populer

Flag Counter