Fokus Kota Banjar Seni dan Budaya Sosial

Sosok Menyeramkan Pembawa Pesan Alam

Reporter : Zaenal Abidin

KOTA BANJAR.FOKUSPRIANGAN.ID – Sosok menyeramkan pembawa pesan alam ini adalah Jurig Sarengseng.

Untuk diketahui, Jurig Sarengseng adalah kesenian Khas dari Desa Binangun, Kecamatan Pataruman Kota Banjar. Kesenian ini adalah kebanggaan masyarakat Desa Binangun dan Kota Banjar.

Dijelaskan Nono Tarsono (64), pelaku sekaligus sesepuh seni di Desa Binangun, bahwa masyarakat Desa Binangun sangat memegang teguh adat kebudayaan yang merupakan warisan leluhur, khususnya kebudayaan adat Sunda, maka lahirlah kesenian khas dari Desa Binangun yakni kesenian Jurig Sarengseng.

“Istilah Jurig di sini menggambarkan sosok atau karakter manusia yang sifatnya serakah. Sedangkan, Sarengseng adalah ujung bambu yang tajam dan membahayakan. Kesenian ini menceritakan supaya manusia bisa menjaga dan melestarikan alam yang merupakan warisan leluhur,” terangnya.

Nono juga menjelaskan, melalui seni dan budaya ini, pihaknya ingin memberi pesan kepada manusia untuk melestarikan dan menjaga alam. Selain itu, kesenian ini juga diilhami dari bentuk seni budaya ngarumat jagat, atau secara definisi untuk memelihara dan menjaga alam di Desa Binangun.

“Kesenian Jurig Sarengseng juga memiliki pesan bagi generasi muda dan pemerintah, supaya bersama-sama menjaga alam dengan tidak merusaknya, seperti melakukan penebangan liar di hutan yang nantinya dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan dan berkurangnya sumber air,” imbuhnya.

Kemudian Nono menerangkan, dalam penampilannya, para pemain kesenian Jurig Sarengseng harus ber-makeup hitam legam dengan kostum yang terbuat dari limbah alam seperti bambu, ijuk, dan kayu dipadukan dengan tarian dan permainan angklung menjadi daya tarik tersendiri. Menurutnya, hal ini merupakan gambaran dari sifat manusia yang suka merusak alam dan lingkungan.

*Jurig Yang Punya Banyak Prestasi*

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar, Oom Supriatna, mengatakan, kesenian Jurig Sarengseng sudah sudah sering mengikuti berbagai event di tingkat Provinsi maupun Nasional.

Bahkan Oom menerangkan bahwa, kesenian Jurig Sarengseng sudah dijadikan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kemendikbud.

“Untuk prestasi, tidak perlu diragukan lagi, kesenian Jurig Sarengseng ini sudah sering mendapat apresiasi,” kata Oom, Kamis (5/11/2020).

Oom mencontohkan, saat mengikuti event Galuh Ethnic Carnival dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Ciamis ke 376, kesenian ini mendapat sambutan luar biasa dari para pengunjung.

“Selain di event Galuh Ethnic Carnival, kesenian Jurig Sarengseng juga pernah ikut memeriahkan event Asian African Carnival yang digelar di Bandung pada 28 April 2018, dan berhasil menyabet gelar juara 3 se-Asia Afrika,” tuturnya.

Menurutnya, kesenian ini harus terus dilestarikan dan dikembangkan, karena memiliki pesan moral yang sangat penting. Khususnya untuk generasi muda agar selalu menjaga dan melestarikan alam.

Flag Counter

Berita Populer

Flag Counter