Fokus Cianjur Sosial

LBH Bravo Komando Mendapat Pengaduan Terkait Dugaan Penipuan Bisnis Video Elektronik

Reporter : Tim Cianjur

KAB.CIANJUR.FOKUSPRIANGAN.ID – Pengusaha berinisial ES asal Jakarta diduga menjadi korban penipuan oleh CV GM di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, karena tidak pernah memperoleh sedikitpun pendapatan atau keuntungan sejak awal menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk bisnis video electronik (Vitron) di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) depan Pusat perbelanjaan Pasar Ramayana Kabupaten Cianjur, Senin (02/11/20).

Diawali sejak tahun 2016 hingga perjanjian berakhir Oktober 2020 tahun ini, pengelola vitron CV GM diduga tidak bertanggungjawab terhadap investasi milik pengusaha Jakarta itu yang berinisial ES yang notabene merupakan komisaris PT PC dan pengusaha berinisial SS selaku Direktur PT PP.

“Untuk belanja videotron itu seharga Rp.1,2 milyar belum lagi pendapatan dari iklan tayang sejak tahun 2016 hingga sekarang belum ada keuntungann yang kita peroleh dan bahkan itu juga melibatkan adanya bank pemerintah yang disebut memberikan jaminannya, saya kecewa karena mereka hanya menjanjikan saja tetapi hasilnya tidak ada,” ujar ES saat diwawancarai di kantor LBH Bravo Komando.

Selain itu, SS menambahkan jika pihaknya sudah berupaya untuk terus berkomunikasi guna menyelesaikan permasalahan tersebut, Sayangnya manajemen CV GM tidak menghiraukannnya bahkan terkesan mengabaikan perjanjian yang sudah dibuatkan.

“Kedatangan kita sama sekali tidak ada unsur politis namun menuntut apa yang menjadi hak kita untuk fee sebesar 40 persen. Kalau CV GM sudah jelas dapat 60 persen keuntungan tapi kita yang sudah berinvestasi kok malah dicuekkan dengan tidak mendapatkan keuntungan. Kita kecewa sudah berinvestasi untuk memajukan kota ini, harusnya vitron itu jadi kebanggaan bukannya malah merugikan,” imbuhnya

Sementara itu Pengacara LBH Bravo Komando, Soliamin Harahap S.H., menegaskan akan segera membawanya ke jalur hukum, mengingat kliennya sudah melakukan upaya persuasif namun tidak ditanggapi dengan respon positif.

“Terhadap siapapun yang terlibat dalam perusahaan yang diduga telah menipu klien kami tentu akan ditindaklanjuti secara hukum. Disini tidak ada sedikitpun unsur politik akan tetapi karena memang kontrak sudah berakhir tapi fee yang dijanjikannya tidak membuahkan hasil sesuai dengan apa yang dijanjikannya,” ungkap pria yang suka disapa Coky.

Flag Counter

Berita Populer

Flag Counter